News Update :
Blog ini doFollow Loh !
Growth and Education Blogs - BlogCatalog Blog Directory

Niat Shalat Fardhu 5 Waktu

Minggu, 15 April 2012

Berbagi-Kreativitas.blogspot.com - بِسْــــــــــــــــــمِ اﷲِالرَّحْمَنِ اارَّحِيم Suatu kegiatan aktifitas selain dari Niat Shalat Fardhu 5 Waktu apapun itu bentuknya jika di awali dengan niat baik Insya Allah semata-mata hanya untuk mengharap ridho-Nya niscaya orang itu akan selamat terlindungi dari mala bahaya dunia akhirat. Niat banyak sekali mendengar bahwa niat yang baik adalah dengan mengucapkan lafal niat menggunakan bahasa arab, tapi kenyataannya tidak. 

Pernah mendengar dari salah satu Ulama yang Saya ikuti dalam ceramahnya beliau mengatakan "Percuma! apabila seseorang itu memohon atau berniat tanpa mengetahui apa yang di mohonnya dan apa yang menjadi niatnya" Jadi bisa disimpulkan bahwa niat yang baik harus disertai ilmu yaitu memahami apa yang menjadi niat ataupun do'anya tersebut. Do'a ataupun Niat tidak selamanya harus di ucapkan menggunakan bahasa arab. Allah Subhanahu Wa Ta'ala adalah Tuhan kita yang maha adil, banyak kelonggaran dan kemudahan dalam melakukan ibadah salah satunya adalah niat yang utama untuk ibadah. Hanya orang yang tidak berilmulah mengatakan Islam itu ribet dan lain sebagainya. Maka berilmulah kamu niscaya derajat tinggi akan Allah berikan kepada kamu. Seperti firman Allah Subhanahu Wa Ta'ala pada Surat Al Mujaadilah 58:11

Al Mujaadilah 58:11
yaa ayyuhaa alladziina aamanuu idzaa qiila lakum tafassahuu fii almajaalisi faifsahuu yafsahi allaahu lakum wa-idzaa qiila unsyuzuu faunsyuzuu yarfa'i allaahu alladziina aamanuu minkum waalladziina uutuu al'ilma darajaatin waallaahu bimaa ta'maluuna khabiirun

[58:11] Hai orang-orang beriman apabila kamu dikatakan kepadamu: "Berlapang-lapanglah dalam majlis", maka lapangkanlah niscaya Allah akan memberi kelapangan untukmu. Dan apabila dikatakan: "Berdirilah kamu", maka berdirilah, niscaya Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat. Dan Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan. 

Niat Shalat Fardhu 5 Waktu

Berikut adalah Niat Shalat Fardhu 5 Waktu menggunakan bahasa Arab di lengkapi dengan bahasa Indonesia beserta arti agar sama-sama kita dapat lebih memahaminya.

Niat Shalat Subuh
اصلّى فرض الصّبح ركعتين مستقبل القبلة اداءلله تعالى
Ushalli fardhash shubhi rak’ataini mustaqbilal qiblati adaa-an lillaahi ta’aala.

Artinya : Sengaja aku shalat fardhu Subuh dua raka’at menghadap ke kiblat tunai karena Alllah Ta’ala.

Niat Shalat Dzuhur
اصلّى فرض الظّهراربع ركعات مستقبل القبلة اداءلله تعالى
Ushalli fardhadz dzuhri arba’a raka’aatin mustaqbilal qiblati adaa-an lillaahi ta’aala.

Artinya : Sengaja aku shalat fardhu Dzuhur empat raka’at menghadap ke kiblat fardhu karena Alllah Ta’ala.

Niat Shalat Ashar
اصلّى فرض العصراربع ركعات مستقبل القبلة اداءلله تعالى
Ushalli fardhal ‘ashri arba’a raka’aatin mustaqbilal qiblati adaa-an lillaahi ta’aala.

Artinya : Sengaja aku shalat fardhu Ashar empat raka’at menghadap ke kiblat fardhu karena Alllah Ta’ala.

Niat Shalat Magrib
اصلّى فرض المغرب ثلاث ركعات مستقبل القبلة اداءلله تعالى .
Ushalli fardhal maghribi tsalaasa raka’aatin mustaqbilal qiblati adaa-an lillaahi ta’aala.

Artinya : Sengaja aku shalat fardhu Maghrib tiga raka’at menghadap ke kiblat fardhu karena Alllah Ta’ala.

Niat Shalat Isya
اصلّى فرض العشاءاربع ركعات مستقبل القبلة اداءلله تعالى .
Ushalli fardhal ‘isyaa-i arba’a raka’aatin mustaqbilal qiblati adaa-an lillaahi ta’aala.

Artinya : Sengaja aku shalat fardhu Isya empat raka’at menghadap ke kiblat fardhu karena Alllah Ta’ala.

Tambahan lafadz niat untuk membedakan Imam dan Makmu:
 (مأموما\ اماما) di baca sesudah اداء 
- Reviewer: Unknown - ItemReviewed: Niat Shalat Fardhu 5 Waktu

Shalat 5 Waktu Belajar Shalat Fardhu, Hukum, Waktu Shalat

Berbagi-Kreativitas.blogspot.com - بِسْــــــــــــــــــمِ اﷲِالرَّحْمَنِ اارَّحِيم Alhamdulillah pada kesempatan yang penuh dengan karunia-Nya Saya bisa hadir untuk share belajar tentang Shalat 5 Waktu Belajar Shalat Fardu, Hukum, Waktu Shalat . Yang mana sebelumnya telah di bahas yang menjadi pembelajaran dasar untuk belajar Pengertian Definisi Shalat Belajar Islam  Postingan islam belajar untuk menjadi orang yang benar-benar islam bisa kita tanamkan dalam hati Sodara/i bisa Anda dapatkan di blog sederhana ini. Selain dari sumber-sumber yang dapat di percaya Saya Suhendri Mr selaku Admin akan memberikan yang terbaik terkusus untuk tema yang penuh dengan nuansa islam Belajar Dakwah (berseru atau mengajak) Belajar Islam

Shalat 5 Waktu Belajar Shalat Fardhu, Hukum, Waktu Shalat

Apa Itu Shalat Fardhu
Shalat Fardhu adalah secara kususnya ibadah wajib atau shalat wajib yang di dirikan 5 kali dalam sehari. Interaksi secara langsung antar Umat dan Tuhan Allah Subhanahu Wa Ta'ala yang di lakukan berdasarkan ketentuan syarat-syarat tertentu. Secara umum bisa lihat pengertian definisi shalat belajar islam. Shalat merupakan pondasi bagi umat islam. Banyak di jelaskan melalui ayat-ayat Al Qur'an dalam pembahasan shalat 5 waktu seperti pada Surat Al Israa 17: 78-79 dan Hud 11: 114

Surat Al Israa 17: 78-79
aqimi alshshalaata liduluuki alsysyamsi ilaa ghasaqi allayli waqur-aana alfajri inna qur-aana alfajri kaana masyhuudaan

[17:78] Dirikanlah shalat dari sesudah matahari tergelincir sampai gelap malam dan (dirikanlah pula shalat) subuh865. Sesungguhnya shalat subuh itu disaksikan (oleh malaikat).

(865): Ayat ini menjelaskan: waktu-waktu shalat yang lima. Tergelincir matahari untuk waktu shalat Dzuhur dan Ashar, gelap malam untuk shalat Magrib dan Isya

Hud 11: 114
wa-aqimi alshshalaata tharafayi alnnahaari wazulafan mina allayli inna alhasanaati yudzhibna alssayyi-aati dzaalika dzikraa lildzdzaakiriina

[11:114] Dan dirikanlah sembahyang itu pada kedua tepi siang (pagi dan petang) dan pada bahagian permulaan daripada malam. Sesungguhnya perbuatan-perbuatan yang baik itu menghapuskan (dosa) perbuatan-perbuatan yang buruk. Itulah peringatan bagi orang-orang yang ingat.

Hukum Shalat Fardhu
Hukum shalat fardhu adalah Rukun islam yang ke-2 fardu 'Ain maksudnya wajib hukumnya bagi setiap muslim yang telah masuk dalam usia baligh atau dewasa, kecuali berhalangan bagi perempuan "mens" dan halangan lainnya sesuai ketentuan serta syarat tertentu untuk orang muslim dapat menunda shalat, seperti sedang melakukan perjalanan jauh akan ada waktu untuk menggantinya. (akan di bahas Artikel Islam)

       Tanda-Tanda Baligh
       * Mengetahui, memahami, tau dan bisa membedakan mana hal yang haq dan batil
       * Mencapai usia 15 tahun untuk laki-laki dan atau sudah pernah mimpi basa dan
       * Mencapai usia 9 tahun untuk wanita dan atau sudah mengalami mensturasi
          (Selengkapnya akan di bahas)

Beberapa dalalam Surat An Nuur 24: 59 di jelaskan

Surat An Nuur 24: 59
wa-idzaa balagha al-athfaalu minkumu alhuluma falyasta/dzinuu kamaa ista/dzana alladziina min qablihim kadzaalika yubayyinu allaahu lakum aayaatihi waallaahu 'aliimun hakiimun

[24:59] Dan apabila anak-anakmu telah sampai umur balig, maka hendaklah mereka meminta izin, seperti orang-orang yang sebelum mereka meminta izin1050. Demikianlah Allah menjelaskan ayat-ayat-Nya. Dan Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana. 

(1050) Ayat ini menjelaskan: Anak-anak dari orang-orang merdeka yang bukan mahram, yang telah balig haruslah minta izin dahulu jika hendak masuk menurut cara orang-orang yang tersebut dalam ayat 27 dan 28 surat ini meminta izin.


Waktu: Shalat 5 Waktu
  • Shalat Subuh
  • Shalat yang terdiri dari 2 raka'at. Waktu Subuh di awali dari munculnya fajar shaddiq, yaitu cahaya putih yang melintang dari ufuk timur. Waktu berakhirnya subuh ketika terbit Matahari.
  • Shalat Dzuhur
  • Shalat yang terdiri dari 4 raka'at. Waktu Zhuhur di awali ketika Matahari telah tergelincir (condong) kearah barat. Waktu berakhirnya ketika masuk Asyar.
  • Shalat Asyar
  • Shalat yang terdiri dar 4 raka'at. Waktu Asyar di mulai jika panjang bayang-bayang melebihi panjang benda itu sendiri. Waktu berakhirnya ketika terbenamnya Matahari.
  • Shalat Magrib
  • Shalat yang terdiri dari 3 raka'at. Waktu Magrib di awali dari terbenamnya Matahari. Waktu berakhirnya ketika masuk waktu Isya
  • Shalat Isya
  • Shalat yang terdiri dari 4 raka'at. Waktu Isya di awali dengan hilangnya cahaya merah (syafaq) dilangit barat. Waktu berakhirnya hingga terbit fajar shaddiq pada keesokan harinya.
- Reviewer: Unknown - ItemReviewed: Shalat 5 Waktu Belajar Shalat Fardhu, Hukum, Waktu Shalat

Pengertian Definisi Shalat Belajar Islam

Jumat, 13 April 2012

Berbagi-Kreativitas.blogspot.com - بِسْــــــــــــــــــمِ اﷲِالرَّحْمَنِ اارَّحِيم Pada kesempatan yang sangat minim sebenarnya untuk Saya melakukan blogging tidak menutup semangat untuk belajar tentang Pengertian Definisi Shalat Belajar Islam. Banyak perbedaan dan perdebatan tidak heran karena bumi sedang di guncang banyak problema dalam hal ini adalah Islam. Untuk menghindari perbedaan dalam kiat kita belajar Islam dan melanjutkan tahapan artikel islam yang tertunda, Berbagi Kreativitas datang untuk turut memberikan pencerahan belajar dari diri pribadi dan mengamalkannya, menyampaikan ke sesama muslimin, sodara/i mari kita intropeksi diri sudah sejauh mana kita mengenal islam?

Shalat-Pengertian-Definisi-Shalat

Pengertian Definisi Shalat Belajar Islam

Apa Itu Shalat?
Shalat adalah menurut bahasa artinya (do'a) dan menurut istilah ahli fiqih (perbuatan) - dan syara' (Hukum Agama) suatu perkataan dan perbuatan yang di awali dengan takbir dan di akhiri dengan salam sesuai syarat-syarat tertentu. Di jelaskan juga melalui Ayat Suci Al qur'an (Q.S Thoha 20 ; 14)

innanii anaa allaahu laa ilaaha illaa anaa fau'budnii wa-aqimi alshshalaata lidzikrii

[20:14] Sesungguhnya Aku ini adalah Allah, tidak ada Tuhan (yang hak) selain Aku, maka sembahlah Aku dan dirikanlah shalat untuk mengingat Aku. 

Jadi bisa di simpulkan bahwa shalat itu suatu kewajiban ibadah antara Umat dengan Tuhannya yaitu kita umat muslim kepada Allah Subhanahu Wa Ta'ala. Dan tidak ada yang pantas di sembah melainkan yang hak semata-semata di lakukan untuk mendapatkan ridho iman dan taqwa disisi-Nya.

Di pertegas lagi menurut Syariat Islam adalah suatu perbuatan yang mana dalam pelaksanaanya harus sesuai dengan segala petunjuk dan tata caranya kekasih Allah Subhanahu Wa Ta'ala Rasul kita Nabi Muhammad Shalallahu 'Alaihi Wassalam yang tidak lain adalah sebagai figur seluruh umat manusia tanpa terkecuali figur penyampai perintah Allah. Melalui sabdanya beliau memberikan peringatan keras kepada mereka yang suka meninggalkan shalat.

"Perjanjian yang memisahkan kita dengan mereka adalah Shalat. Barang siapa yang meninggalkan shalat,berarti dia telah kafir" - Hadist riwayat Imam Ahmad dan Tirmidzi - (dari berbagai sumber).
- Reviewer: Unknown - ItemReviewed: Pengertian Definisi Shalat Belajar Islam

Tuntutan Kalimah Syahadat

Minggu, 30 Oktober 2011

berbagi-kreativitas.blogspot.com - Kalimat Laailahaillallah merupakan tapak asas atau wajib dalam ajaran Islam. Jika persoalan ini selesai, maka persoalan orang lain akan selesai pula. Kita ikuti apakah Tuntutan Kalimah Syahadat ini. Ucapan Laailahaillallah jika dilihat di dalam kitab-kitab utama ada menamakan Kalimah Syahadah, Kalimah Tauhid, Kalimah Toyibah ataupun Zikir Utama.

Sebab disebut kalimat Laailahaillallah itu karena :
1. Merupakan Kalimah Syahadah atau kalimah peryaksian, yaitu siapa yang mengucapkan Laailahaillallah dia telah mengumumkan atau menyatakan dirinya pada orang banyak bahwa dia orang muslim atau Islam.

2. Merupakan Kalimah Tauhid karena dalam kalimah itulah dibahas tentang Ke Esaan Zat Allah Subhanahu WaTa'ala.

3. Merupakan Zikir Utama karena dalam ajaran Islam itu ada bentuk zikir yang paling utama ialah kalimah Laailahaillallah. Barangsiapa yang mau masuk Islam harus menempuh pintu gerbangnya dahulu yaitu Laailahaillallah dan tidak syah dengan zikir atau lain-lain perbuatan jika tidak menempuh gerbang utamanya.

4. Mengucapkan Kalimah Toyibah, kalimah yang baik karena kalau seseorang itu benar-benar mengucapnya dari hati, hati itu teguh dan dapat mencetuskan segala kebaikan kepada Allah Subhanahu WaTa'ala. Hati itu akan mendorong seseorang melakukan kebaikan.

Di dalam Al Quran Allah telah bandingkan kalimah Toyyibah ini dengan sebatang pohon yang akar tunjangnya kokoh dibumi membuat pohon itu teguh atau kokoh. Ini sebagai isyarat dari Allah terhadap orang yang kuat imannya. Begitulah jika seseorang itu kuat imannya, bila datang ujian sebesar manapun baik ujian itu berbentuk nikmat atau penderitaan, orang Mukmin haruslah tetap teguh dan bersyukur karen bila diuji makin bertambah imannya. Diuji dengan nikmat, dia bersyukur kepada Allah. Bila diuji dengan penderitaan dia sabar dan ridha. Itulah hasil dari kalimah Laailahaillallah, lahir dari hati seseorang. Karena sesungguhnya Allah Subhanahu WaTa'ala itu sayang kepada kita

Bagaimana dengan hati orang yang tidak dapat merasakan kalimah ini dari hati. Bila diuji dia akan tidak sabar. Kadang-kadang dapat durhaka dengan Allah dan menzalimi orang lain.
Naudzublillah...!

Jadi, sebatang pohon yang diibaratkan oleh Allah dengan akar tunjan yang kokoh dan bahkan batangnya kuat. Begitu juga dengan dahan-dahan, ranting-ranting, daun dan bunga, serta buahnya hingga menarik hati orang lain. Orang akan berteduh di bawahnya dan dapat makan buahnya pula. Ini artinya orang yang mengucap Laailahaillallah itu dari hati, dan jiwa yang sadar dan takut itu dapat membangunkan segala kebaikan. Kebaikan yang dibuat bukan saja dapat manfaat bahkan orang lain juga dapat ikut merasakan. Itulah jalan yang sebaik-baiknya, seperti hadits Rasulullah Shalallahu A'laihi Wassalam yang artinya :
“Sebaik-baik manusia itu dapat memberi manfaat kepada manusia lain”

Orang yang mengucapkan kalimah Laailahaillallah itu tidak lahir dari hatinya, maka dia tidak akan mampu mencetuskan kebaikan, bahkan orang lain tidak akan mendapat manfaat darinya.

Sebenarnya tuntutan kalimah ini begitu banyak, sebanyak yang diminta oleh ajaran Islam. Sebanyak yang diminta oleh Al Quran dan Sunnah Rasulullah Shalallahu A'laihi Wassalam. Diantaranya adalah:

1. Siapa saja yang mengucapkan dua kalimah Laailahaillallah dari hatinya dia akan dapat membangunkan Al Quran dan Sunnah dari dalam dirinya, keluarganya, masyarakat, negara, dan alam sejagad.

Dalam satu sejarah pernah terjadi, Rasulullah Shalallahu A'laihi Wassalambersabda yang artinya:
“Barangsiapa yang berkata Laailahaillallah akan masuk Syurga”. Subhanallah...!

Mendengar hadits itu Para Sahabat langsung menyampaikan kepada Sahabat-Sahabat yang lain. Mereka tidak menunda-nunda untuk menyampaikannya karena mereka teringat hadits Rasulullah yang artinya :
“Sampaikan dariKu walau satu ayat”. Indahnya berbagi karena itu Ibadah, sadarkah kalian sahabatku??

Seorang Sahabat bila bertemu dengan Sayidina Umar dia langsung sampaikan hadits ini. Tiba-tiba dia kena tampar oleh Sayidinna Umar. Sahabat tadi agak terperanjat. Setelah mereka berfikir, siapa yang benar, siapa yang salah, akhirnya mereka berjumpa Rasulullah. Kata Rasulullah kedua-dua Sahabat ini betul. Apa buktinya? Sahabat tadi sampai dia yakin dengan apa yang dikatakan Rasulullah itu benar. Pada Sayidina Umar pula, dia takut Sahabat tadi sampaikan hadits ini pada orang yang jahil, tidak paham tuntutan kalimah itu yang menyebabkan dia tidak buat amal lagi. Sedangkan yang lain asyik dengan zikir Laailahaillallah saja. Sebab itu awal-awal lagi Sayidina Umar tampar Sahabat tadi.

2. Tidak Ada Tuhan yang disembah selain Allah.
Seluruh sikap dan perbuatannya hendak dijadikan ibadah dan dipersembahkan kepada Allah atau dengan kata lain hamba kepada Allah. Bukan saja pada ibadah-ibadah asas, tetapi juga pada ibadah-ibadah sunnat, sunnat muakad, sunat ghairu muakkad dan fadhoilul a’mal atau amalan utama. Bahkan perkara harus juga dijadikan sebagai ibadah kepada Allah.

Ia tidak akan menjadi ibadah kalau tidak menempuh 5 syarat :
  • Niat harus betul
  • Pekerjaan yang dilakukan syah menurut syariat
  • Pelaksanaan harus betul
  • Hasilnya disalurkan ke tempat yang benar
  • Jangan meninggalkan perkara yang asas atau wajib
3. Tidak yang ditakutkan melainkan Allah.
Siapa yang mengucapkan atau bersaksi tiada lain yang dia takut melainkan hanya Allah. Menurut keyakinan orang mukmin, yang memberi bekas adalah Allah. selainNya tidak, walau sebesar mana sekalipun kuasanya. Firman Allah Subhanahu WaTa'ala yang artinya :
“Jangan kamu takut cercaan orang yang mencerca”
[Q.S. Al Maidah : 54]

Benarkah kita meletakkan Allah yang kita takuti, selainNya tidak? Jika kita nilai sikap kita ini, banyak yang kita takut selain dari Allah. Contoh, kalau kita sedang bekerja, tiba-tiba datang dua perintah:

Perintah tuan
Perintah Tuhan
Bila masuk waktu shalat, manakah yang harus kita dahulukan, selesaikan kerja atau shalat?

4. Tiada yang dicinta melainkan Allah.

Sabda Rasulullah Shalallahu A'laihi Wassalamyang artinya :
“Tidak beriman seorang kamu sehingga dia menjadikan Allah dan RasulNya paling dicintai dibandingkan selain daripadanya”

Jadi, Allah dan Rasul saja yang dia cinta. Kalaupun dia cinta keluarga, anak, isteri, harta dan sebagainya tidak sampai melebihi cintanya kepada Allah dan Rasul. Sejauh manakah cinta kita kepada Allah selama ini? Bagaimana kalau tengah kita tidur di waktu malam, tiba-tiba ayam yang kita sayang dicuri orang? Berbandingannya seperti kita hendak bangun tahajud di tengah malam karena tanda cinta kita kepada Allah.

5. Tiada yang dia ridho melainkan Allah.

Sesuai dengan sabda Rasulullah Shalallahu A'laihi Wassalam:
“Aku redho Allah sebagai Tuhan”

Allah saja yang dia ridho sebagai Tuhan.
Apa tanda kita ridho Allah sebagai Tuhan? Jika sekedar mengaku di mulut saja kita ini ridha Allah sebagai Tuhan yang menjadikan langit dan bumi. Orang kafir pun mengaku juga Allah sebagai Tuhan, tetapi mereka tidak ridho Allah itu sebagai Tuhan. Sama halnya jika kita lalai ibarat kita tidaklah lebih seperti orang kafir tersebut. Firman Allah SWT yang artinya :

“Sesungguhnya jika kamu (Muhammad) tanya kepada orang kafir itu, siapa yang menjadikan langit dan bumi, niscaya mereka menjawab “Allah”.

Orang yang ridho dengan Allah, walau apa yang Allah buat kepadanya, dia tetap mengaku Allah itu sebagai Tuhan walau apa yang dihajatinya tidak dapat atau tidak terkabul.

6. Tiada tempat yang dia tawakal kecuali Allah.
Allah lah tempat dia menyerah diri, sesuai dengan ucapat Rasulullah Shalallahu A'laihi Wassalamyang artinya :
“Kepada Engkau kami bertawakal”

Tawakal itu ada 4 :
  • Tawakal pada diri
  • Tawakal pada harta
  • Tawakal pada orang
  • Tawakal pada Allah
Kita yakin kepada diri dapat berusaha untuk mendapatkan rizeki sebab badan masih kuat. Dia lupa Allah yang memberi kuasa, Allah yang memberi rizeki.
  • Tawakal pada harta. Dia tidak bimbang karena sudah ada rumah sewa lima buah. Dia tidak bimbang dengan rizeki. Hatinya yakin pada harta, bukan pada Allah. Inilah yang dikatakan Syirik Kahfi.
  • Tawakal pada orang. Dia yakin selagi orang itu beri bantuan padanya, dia tidak bimbang dengan rizeki. Sudah ada jaminan untuk hidupnya dan keluarganya, mengharap timbal balik kepada orang lain.
  • Tawakal kepada Allah. Dia tidak peduli orang bantu atau tidak, ada kerja atau tidak, dia tetap bertawakal pada Allah, bersandar pada Allah, menyerah diri pada Allah. Dia yakin Allah saja yang memberi rizeki. Inilah tawakal orang mukmin sejati...
7. Tidak ada hukuman kecuali Allah.
Tidak ada undang-undang kecuali undang-undang Allah. Dia akan terima hukuman, undang-undang dari Allah saja untuk dirinya, keluarga, masyarakat, negara dan alam sejagad.

Jadi siapa saja yang tidak berhukum dengan hukum dari Allah, baik dirinya, keluarganya, masyarakatnya, ekonomi, negara dan alam sejagad dan lain-lain. Coba kita lihat firman Allah yang artinya :
“Barangsiapa yang tidak berhukum dengan hukum Allah maka dia akan jatuh kafir”.
[ Q.S. Al Maidah : 44 ]

Firman Allah yang lain :
“Barangsiapa yang tidak berhukum dengan hukum Allah dia akan jatuh zalim”.
[ Q.S. Al Maidah : 45 ]

Firman Allah yang lain :
“Barangsiapa yang tidak berhukum dengan hukum Allah dia akan jatuh fasik”.
[ Q.S. Al Maidah : 47 ]

Itu merupakan sebagian kecil saja tuntutan kalimah. Sebenarnya ada banyak, sebanyak yang diminta ajaran Islam. Tapi jika point-point itu saja dan kita dapat mengimplementasikannya dalam kehidupan sehari-hari Insya Allah kita adalah orang-orang yang beruntung, yang terpenting jangan pernah berhenti untuk belajar dan jangan ada pula perasaan bahwa ilmu kita sudah cukup! karena itu adalah salah.

Jadi barangsiapa yang mengucapkan Laailahaillallah, jika kita melaksanakan tuntutannya berarti kita telah melakukan “Amru bil Ma’ruf wanahyu Anil Munkar”, mengajak kepada kebaikan dan mencegah dari yang mungkar. Berjuang dan berjihad menegakkan Al Quran dan Al Sunnah dalam diri, keluarga, masyarakat, seterusnya negara dan alam sejagad. Semoga kita tergolong orang-orang yang selamat karena Ilmu, karena Allah suka orang berilmu dan membenci orang-orang bodoh!.

Sumber:
http://kawansejati.ee.itb.ac.id,
http://sufipejuang.wordpress.com
 
- Reviewer: Unknown - ItemReviewed: Tuntutan Kalimah Syahadat

Syarat Syah Syahadat Ada 8

berbagi-kreativitas.blogspot.com - Kalimat Syahadat mempunyai beberapa syarat, wajib bagi setiap muslim untuk mengetahuinya dan melaksanakannya pada kehidupannya. Syarat-syarat tersebut dapat diketahui dengan menelaah Al-Qur’an dan As-Sunnah.

Syarat syahadat adalah sesuatu perkara yang apabila tidak ada keberadaannya maka yang disyaratkannya itu tidak sempurna. Jadi jika seseorang mengucapkan dua kalimat syahadat tanpa memenuhi syarat-syaratnya, bisa dikatakan syahadatnya itu tidak syah.

1. ‘Ilmu (mengetahui) makna Laa ilaaha illallah
Dalilnya adalah firman Allah :
“Maka ketahuilah, bahwa sesungguhnya tidak ada Tuhan (Yang Haq) melainkan Allah. “ (Muhammad: 19)

Imam Muslim meriwayatkan dari Utsman bin Affan bahwa Rasulullah bersabda:
“Barangsiapa meninggal dunia dan mengetahui bahwa tidak ada sembahan yang haq selain Allah, ia masuk Surga.”

Yang dimaksud dengan ‘ilmu disini adalah mengetahui dengan sebenar-benarnya akan makna yang ditunjukkan dua kalimat syahadat dan mengerjakan apa yang dituntut dari pengertian dua kalimat syahadat tersebut.

Lawan kata ‘ilmu adalah jahl/bodoh. Dan kebodohan inilah yang menyebabkan orang-orang musyrik dari kelompok umat ini menyelewengkan pengertian syahadat. Karena mereka tidak mengerti tentang makna Ilah (sesembahan yang haq), tidak mengerti maksud kalimat syahadat adalah dari pengertiannya. Itulah yang ditentang oleh orang-orang musyrik yang tidak mengerti makna yang sebenamya itu, sebagaimana ucapan mereka:"Mengapa ia menjadikan tuhan-tuhan itu Tuhan Yang satu saja?" (Shad: 5)

Dan mereka juga berkata:
“Pergilah kamu dan tetaplah (menyembah) tuhan-tuhanmu “ (Shad: 6)

2. Yakin; dan lawan katanya adalah ragu, bimbang, berprasangka, praduga.
Maksudnya adalah barangsiapa yang mengucapkan dua kalimat syahadat hendaknya hatinya yakin dan benar-benar mempercayai apa yang dia ucapkan, ia benar-benar yakin akan ke-Ilahiyahan Allah Subhanahu WaTa'ala dan kenabian Muhammad Shalallahu 'Alaihi Wassalam, dan benar-benar meninggalkan segala bentuk ke-Ilahiyahan selain Allah Subhanahu WaTa'ala atau jangan menyembah Tuhan selain Allah Subhanahu WaTa'ala, dan menolak atauh jangan mempercayai juga  ucapan orang-orang yang mengaku-ngaku nabi sesudah Nabi Muhammad Shalallahu 'Alaihi Wassalam .

Jika ia ragu-ragu terhadap pengertian yang sebenarnya atau bimbang dalam tidak penyembahan kepada selain Allah, maka dua kalimat syahadat tersebut tidak memberikan manfaat baginya atau tidak syah syahadatnya.

Dalil dari syarat ini (yakin) adalah hadits yang diriwayatkan Muslim dari Abu Hurairah, dari Nabi yang bersabda mengenai dua kalimat syahadat:

"Seseorang yang berjumpa Allah (wafat) dengan membawa dua kalimat syahadat tanpa keraguan, maka ia masuk Surga. “ Subhanallah...!!

Di dalam hadits shahih yang diriwayatkan Muslim juga disebutkan bahwa Nabi Muhammad Shalallahu 'Alaihi Wassalam bersabda:

"Siapa saja yang kamu jumpai dibalik dinding ini, yang menyatakan bahwa tiada Tuhan yang haq selain Allah, dengan diyakini oleh hatinya, maka gembirakanlah ia dengan Surga."

Allah Subhanahu WaTa'ala juga telah telah memuji orang-orang mukmin dengan firmanNya:
“Sesungguhnya orang-orang yang beriman hanyalah orangorang yang beriman kepada Allah dan RasulNya kemudian mereka tidak ragu-ragu. “ (Al-Hujurat: 15)

Dan Allah mencela orang-orang munafik dengan firman-Nya:
"dan hati mereka ragu-ragu, karena itu mereka selalu bimbang dalam keragu-raguannya." (At-Taubah: 45)

Diriwayatkan dari Ibnu Mas’ud, dia berkata:
“Sabar adalah setengah dari iman, sedangkan yakin adalah iman seluruhnya. “ [Dikutip oleh Al-Bukhari secara ta'liq, sebagaimana dalam kitab Fathul Bari I/45. Al-Hafizh berkata: "Di-maushul-kan oleh At-Thabrani dengan sanad shahih dari Abu Nu'aim dalam Al-Hilyah"]

Maka tidak bisa dipungkiri, seseorang yang yakin terhadap kandungan atau makna dua kalimat syahadat, seluruh anggota
badannya akan cepat bangkit melakukan ibadah hanya kepada Allah Subhanahu WaTa'ala saja dan mentaati Rasulullah Shalallahu 'Alaihi Wassalam.

3. Qabul (menerima secara total) yang menafikan radd (penolakan).
Ada sebagian orang yang mengetahui makna dua kalimat syahadat dan meyakini makna yang dikehendakinya namun dia menolaknya karena kesombongan dan kedengkiannya. Sikap itulah yang dimiliki ulama-ulama Yahudi dan Nasrani. Mereka telah mengakui hanya Allah sajalah yang berhak disembah, dan mengetahui siapa Muhammad sebagaimana  mereka mengenal anak-anak mereka. Namun demikian mereka tidak menerimanya.

"Karena dengki yang (timbul) dari diri mereka sendiri, setelah nyata bagi mereka kebenaran. “ (Al-Baqarah: 109)

Begitulah keadaan orang-orang musyrik, mereka mengetahui makna Laa ilaaha Illallah dan membenarkan risalah Muhammad tetapi mereka sombong enggan untuk menerima, sebagaimana firman Allah:
“Sesungguhnya mereka dahulu apabila dikatakan kepada mereka: ‘Laa ilaaha Illallah’ (Tiada Tuhan yang berhak disembah melainkan Allah) mereka menyombongkan diri." (Ash-Shaffat: 35).

"Karena mereka sebenarnya bukan mendustakan kamu, akan tetapi orang-orang yang zalim itu mengingkari ayat-ayat Allah." (Al-An’ am: 33).

4. Inqiyad (Patuh).
Perbedaan antara inqiyad dan qabul adalah; Jika inqiyad: menjalankan atau mengikuti dengan perbuatan, sedangkan qabul adalah menjalankan kandungan makna syahadat dengan hanya ucapan. Kedua-duanya mewajibkan adanya ittiba atau diikuti, dijalankan'. Jadi tidak hanya sebatas ucapan belakan namun harus dijalankan dengan perbuatan dalam kehidupan.

Inqiyad lebih cenderung berarti tunduk dan patuh tanpa reserve atau cadangan terhadap hukum-hukum Allah. Allah berfirman:
"Dan kembalilah kamu kepada Tuhanmu, dan berserah dirilah kepadaNya." (Az-Zumar: 54)

"Dan siapakah yang lebih baik agamanya daripada orang yang ikhlas menyerahkan dirinya kepada Allah, sedang diapun mengerjakan kebaikan," (An-Nisa’: 125)

"Dan barangsiapa yang menyerahkan dirinya kepada Allah, sedang dia orang yang berbuat kebaikan, maka sesungguhnya ia telah berpegang kepada buhul tali yang kokoh." (Luqman : 22)

Inilah yang dimaksud inqiyad (tunduk dan patuh) kepada Allah dengan hanya beribadah kepadaNya. Adapun yang dimaksud dengan inqiyad kepada Nabi adalah dengan menerima sunnah-sunnahnya, melaksanakan ajaran yang dibawanya, dan ridha atas hukum yang diputuskannya, sebagaimana telah disebutkan Allah dalam firmanNya:

"Maka demi Tuhanmu, mereka (pada hakekatnya) tidak beriman hingga mereka menjadikan kamu Hakim dalam perkara yang mereka perselisihkan, kemudian mereka tidak merasa keberatan dalam hati mereka terhadap putusan yang kamu berikan, dan mereka menerima dengan sepenuhnya." (An-Nisa’: 65)

Maka sebagai syarat kebenaran iman mereka adalah benar-benar patuh terhadap hukumNya atau tunduk dan patuh terhadap ajaran yang dibawa Nabi dan Tuhannya.

5. Shidq (jujur) lawannya adalah Kadzib (dusta).
Syarat ini disebutkan dalam hadits shahih, bahwasanya Nabi bersabda:
“Barangsiapa yang mengucapkan Laa ilaaha illallah (tidak ada sesembahan yang haq selain Allah) dengan jujur dari hatinya, maka ia masuk Surga.”  [Diriwayatkan Ahmad dalam Al-Musnad, 4/16 dari  jalur Rifa'ah Al-Jahanni, diriwayatkan Ahmad pula, 4/402 dari Abu Musa]

Adapun orang yang hanya mengucapkannya dengan lisannya, sedang hatinya mengingkari makna yang dikehendakinya maka ia dusta. Sebagaimana yang diceritakan Allah mengenai orang-orang munafik yang berkata:
“Kami mengakui, bahwa sesungguhnya kamu benar-benar Rasul Allah. “ (Al-Munafiqun: 1)

Kemudian Allah berfirman:
“Dan Allah mengetahui bahwa sesungguhnya kamu benar-benar RasulNya; dan Allah mengetahui bahwa sesungguhnya orang-orang munafik itu benar-benar orang pendusta. “ (Al-Munafiqun: 1)

Demikianlah kebohongan mereka, sesuai dengan firman Allah:
“Di antara manusia ada yang mengatakan: ‘Kami beriman kepada Allah dan Hari Kemudian’, padahal mereka itu sesungguhnya bukan orang-o rang yang beriman “ (Al-Baqarah: 8)

6. Ikhlas lawannya adalah syirik
Allah Subhanahu WaTa'ala berfirman:
“Sesungguhnya Kami menurunkan kepadamu Kitab (Al-Qur’an) dengan (membawa) kebenaran. Maka sembahlah Allah dengan memurnikan keta’atan kepadaNya. Ingatlah, hanya kepunyaan Allah-lah agama yang bersih (dari syirik).” (Az-Zumar: 2-3)

"Katakanlah: ‘Sesungguhnya aku diperintahkan supaya menyembah Allah dengan memurnikan ketaatan kepadaNya dalam (menjalankan) agama’. “ (Az-Zumar: 11)

"Katakanlah: hanya Allah saja Yang aku sembah dengan memurnikan ketaatan kepadaNya dalam (menjalankan) agamaku‘." (Az-Zumar: 14)

Disebutkan dalam hadits shahih dari Abu Hurairah bahwa Nabi bersabda:
"Manusia yang paling bahagia dengan syafa’atku adalah yang mengucapkan Laa ilaaha illallah (tidak ada sesembahan yang haq selain Allah) dengan tutus ikhlas dari hatinya." (HR. Al-Bukhari dan lainnya)

Demikianlah makna sabda Nabi di dalam hadits `Itban:
"Sesungguhnya Allah mengharamkan Neraka bagi orang-orang yang mengucapkan Laa ilaaha illallah (dengan ikhlas dari hatinya) karena mengharapkan ridha Allah" (HR. Al-Bukhari dan Muslim)

Ikhlas adalah semata-mata beribadah kepada Allah, tidak mengharapkan sesuatu selain kepadaNya, tidak kepada para malaikat yang dekat dengan Allah ataupun para nabi yang diutus. Begitu jugs ia ikhlas dalam mengikuti ajaran  Muhammad dengan mencukupkan diri mengerjakan sunnah-sunnahnya, mengambil hukum darinya, meninggalkan bid’ah atau mengadakan sesuatu tanpa ada contoh dan ajaran-ajaran yang menyimpang, ia juga tidak berhukum dengan hukum yang dibuat manusia yang berupa undang-undang dan adat istiadat yang mereka ciptakan yang berlawanan dengan syariat. Barangsiapa rela dengan undang-undang
dan adat istiadat buatan manusia, tidaklah ia termasuk orang-orang yang ikhlas yang memurnikan ajaran dari kesyirikan.

7. Mahabbah (cinta) yang meninggalkan karohiyah dan baghdha’ (benci).
Seorang hamba wajib mencintai Allah dan mencintai Rasul-Nya, dan mencintai seluruh ajaran yang dicintaiNya berupa perbuatan ataupun ucapan, serta mencintai para wali Allah dan orang-orang yang patuh kepadaNya. Rasa cinta yang benar akan melahirkan atau menimbulkan pengaruh yang baik terhadap anggota badan. Akan dapat diketahui bahwa seorang hamba yang benar-benar mencintai Allah, ia akan benar-benar mentaatiNya dan mengikuti RasuNya, akan beribadah kepada Allah dengan sebenar-benarnya.

Ia akan merasakan kenikmatan dalam mentaatiNya, ia akan bersegera mengerjakan sesuatu yang dicintai Tuhannya dengan ucapan dan perbuatan, dan akan engkau ketahui ia (kita sebagai Umat Manusia) waspada terhadap perbuatan maksiat, dan ia akan senantiasa menjauhinya, ia membenci dan marah pada para pelaku kemaksiatan, meskipun perbuatan maksiat itu sangat dicintai nafsu dan terasa nikmat. Hal ini karena ia mengetahui bahwa Neraka itu dikelilingi dengan perbuatan-perbuatan yang disukai hawa nafsu, sedangkan Surga diliputi dengan hal-hal yang dibenci, jika ia dalam keadaan demikian, dialah orang yang benar-benar mencintai, dalam hal ini Dzun Nun Al-Mishri ditanya seseorang: “Kapan aku (dikatakan) mencintai Tuhanku?”

Ia menjawab: “Jika terdapat sesuatu yang dibencinya, ia menyuruhmu untuk bersabar.” [Disebutkan oleh Abu Nu'aim dalam Al-Hilyah, 9/323 dari beliau.]

Sebagian orang mengatakan: “Barangsiapa yang mengaku mencintai Allah, tetapi ia tidak menyesuaikan diri denganNya (tidak melakukan sesuatu yang dikehendakiNya) maka batallah pengakuannya.”

Allah memberikan syarat bahwa sebagai bukti dalam mencintaiNya adalah mengikuti sunnah Nabi sebagaimana firman-Nya:

قُلْ إِن كُنتُمْ تُحِبُّونَ اللّهَ فَاتَّبِعُونِي يُحْبِبْكُمُ اللّهُ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ

"Katakanlah: ‘Jika kamu (benar-benar) mencintai Allah, ikutilah aku, niscaya Allah mengasihi dan mengampuni dosa-dosamu ‘." (Ali Imran: 31)

8. Kufur (ingkar) terhadap sembahan selain Allah.
Syarat kedelapan ini diambil atau disarikan dari sabda Rasulullah:

من قال لا إلـه إلا اللـه و كفر بما يعبد من دون اللـه حرّم ماله و دمه

"Barangsiapa yang mengucapkan Laa ilaaha illallah dan kufur (mengingkari) terhadap sembahan selain Allah maka haram hartanya (untuk dirampas) dan darahnya (untuk dibunuh). “ (HR. Muslim)


Sumber : 
http://tigalandasanutama.wordpress.com,
http://id.wikipedia.org
- Reviewer: Unknown - ItemReviewed: Syarat Syah Syahadat Ada 8

Dua Kalimah Syahadat

berbagi-kreativitas.blogspot.com - Syahadat (Bahasa Arab: الشهادة asy-syahādah Tentang suara ini audio (bantuan·info)) (dari kata شهد syahida, "(ia telah) menyaksikan") adalah pernyataan kepercayaan dalam keesaan Tuhan (Allah) dan Nabi Muhammad sebagai RasulNya dan Dua Kalimah Syahadat ini merupakan asas dan dasar bagi salah satu Rukun Islam yang lima. Syahadat merupakan ruh, inti dan landasan seluruh ajaran Islam.

Syahadat sering disebut dengan Syahadatain karena terdiri dari 2 kalimat (Dalam bahasa arab Syahadatain berarti 2 kalimat Syahadat). Kedua kalimat syahadat itu adalah:

Artinya : Saya bersaksi bahwa tiada Tuhan selain Allah SWT

Artinya: dan saya bersaksi bahwa Muhammad SAW adalah Rasul / utusan Allah SWT.

Ikrar pertama menunjukkan pengakuan tauhid. Artinya, kita hanya mempercayai Allâh Subhanahu WaTa'ala sebagai Ilah. Ilah adalah 'Tuhan' dalam arti sesuatu yang menjadi motivasi atau menjadi tujuan kita umat Islam. Jadi dengan mengikrarkan ikrar pertama, kita memantapkan diri untuk menjadikan hanya Allâh sebagai tujuan, sebagai motivasi, dan sebagai jalan hidup kita umat Islam. Hanya Allâh, dan tidak ada satupun selain dari padannya.

Ikrar kedua menunjukkan pengakuan bahwa Muhammad Shalallahu 'Alaihi Wassalam adalah utusan Allâh Subhanahu WaTa'ala. Dengan ikrar ini kita memantapkan diri untuk meyakini ajaran Allâh Subhanahu WaTa'ala seperti yang disampaikan melalui Muhammad Shalallahu 'Alaihi Wassalam, seperti misalnya mengambil nama Islam sebagai nama ajaran Allâh ini, memegang Al-Qur`an sebagai kitab panduan bagi seluruh umat manusia, mengambil hukum-hukum seperti yang ditetapkan Muhammad Shalallahu 'Alaihi Wassalam, dan meyakini hadis-hadis Muhammad Shalallahu 'Alaihi Wassalam. Termasuk di dalamnya adalah tidak mempercayai klaim kerasulan setelah Muhammad Shalallahu 'Alaihi Wassalam karena itu bohong.

Perlu diperhatikan artikel yang bersumberkan dari tahap pemahaman pribadi dan dari berbagai sumber terpercaya jadi tidak ada omong kosong disini, postingan ini saya sengaja posting untuk pembelajaran pribadi saya, dan ingin membagikannya pula kepada sahabat saudara/i seagama khususnya & umumnya untuk seluruh Insyan.

Sumber :
http://id.wikipedia.org,  
www.kafemuslimah.com
- Reviewer: Unknown - ItemReviewed: Dua Kalimah Syahadat

Rukun Puasa

Sabtu, 30 Juli 2011

Rukun Puasa adalah Suatu perkara wajib dalam berpuasa, yang harus di pahami dan di terapkan untuk menjalankan puasa. Melengkapi Artikel tentang Rukun Puasa, di jelaskan juga tentang Puasa pada postingan sebelumnya, yang menjelaskan Apa itu Puasa? dan perkara-perkara lainnya terkait salah satu Rukun Islam yaitu Puasa.

Rukun Puasa ada dua:

Niat mengerjakan puasa pada tiap-tiap malam di bulan Ramadhan(puasa wajib) atau hari yang hendak berpuasa (puasa sunat). Waktu berniat adalah mulai dari terbenamnya matahari sehingga terbit fajar. Niat itu sendiri adalah Suatu perkara yang di lakukan sebagai Rukun atau suatu perkara yang wajib, salah satunya adalah untuk berpuasa sebagaimana pada seluruh ibadah-ibadah lainnya yang di awali dengan niat. Untuk Niat Puasa dapat di lihat pada artikel sebelumnya terkait tentang Puasa. Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman dalam Alqur'an surat Al-Baiyyinah (98) No. Ayat : : 5

...وَمَا أُمِرُوا إِلَّا لِيَعْبُدُوا اللَّهَ مُخْلِصِينَ لَهُ الدِّينَ

Yang artinya : "Padahal mereka tidak di suruh kecuali supaya menyembah Allah dengan memurnikan keta'atan kepada-Nya..."

Selain itu Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda

إنما الاعمال بالنيات، وإنما لكل امرئ ما نوى

Yang artinya : “Sesungguhnya setiap amalan itu (sah atau tidaknya) tergantung dengan niatnya dan setiap orang akan mendapatkan apa yang dia niatkan.” (HR.Al-Bukhari dan Muslim dari Umar bin Al-Khaththab ra )

Meninggalkan sesuatu yang membatalkan puasa mulai terbit fajar sampai terbenamnya matahari.

Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman dalam Alqur'an surat Al-Baqarah (2) No. Ayat : : 187

...

فَالآنَ بَاشِرُوهُنَّ وَابْتَغُواْ مَا كَتَبَ اللّهُ لَكُمْ وَكُلُواْ وَاشْرَبُواْ حَتَّى يَتَبَيَّنَ لَكُمُ الْخَيْطُ الأَبْيَضُ مِنَ الْخَيْطِ الأَسْوَدِ مِنَ الْفَجْرِ ثُمَّ أَتِمُّواْ الصِّيَامَ إِلَى الَّليْلِ
...

Artinya : "Maka sekarang pergaulilah mereka ( isteri –isterimu) dan carilah apa yang telah tetapkan untukmu( anak-anak) dan makan dan minumlah kalian sampai jelas bagi kalian benang putih dari benang hitam ( fajar shadiq) lalu sempurnakan oleh kalian puasa sampai dengan malam (matahari terbenam"


Yang di maksud benang putih adalah terangnya siang, dan benang hitam adalah gelapnya malam. Hal ini di jelaskan dalam hadith riwayat Al-Bukhari dan Muslim dari ‘Adi bin Hatim ra .

أن عدي بن حاتم قال: لما نزلت (حتى يتبين لكم الخيط الابيض من الخيط الاسود) عمدت إلى عقال أسود، وإلى عقال أبيض، فجعلتهما تحت وسادتي، فجعلت أنظر في الليل، فلا يستبين لي، فغدوت على رسول الله صلى الله عليه وسلم فذكرت له ذلك فقال: " إنما ذلك سواد الليل، وبياض النهار

Artinya : Sesungguhnya ‘Adi bin Hatim ra berkata : "Tatkala turun ayat ini :“Sampai jelas bagimu benang putih dari benang hitam”,aku mengambil tali yang berwarna hitam dan tali yang berwarna putih, lalu aku letakkan dibawah bantal , lalu aku mulai melihatnya diwaktu malam, maka tidak nampak jelas antara keduany. Pada pagi harinya, aku pergi menemui Rasulullah SAW, dan aku ceritakan kepadanya apa yang terjadi, maka beliau bersabda : "Sesungguhnya yang dimaksud dalam ayat tersebut adalah gelapnya malam dan terangnya siang. (HR Al-Bukhari dan Muslim)

Firman Allah Subhanahu Wa Ta'ala di dalam surat Al-Baqarah :187 diatas tegas menyatakan tentang batalnya puasa karena makan dan minum dengan sengaja. Adapun dalil batalnya puasa karena hubungan sebadan (hubungan suami isteri) adalah hadits yang di riwayatkan oleh Al-Bukhari dan Muslim dari Abu Hurairah ra :

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ جَاءَ رَجُلٌ إِلَى رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَ هَلَكْتُ فَقَالَ وَمَا ذَاكَ قَالَ وَقَعْتُ بِأَهْلِي فِي رَمَضَانَ قَالَ تَجِدُ رَقَبَةً قَالَ لَا قَالَ فَهَلْ تَسْتَطِيعُ أَنْ تَصُومَ شَهْرَيْنِ مُتَتَابِعَيْنِ قَالَ لَا قَالَ فَتَسْتَطِيعُ أَنْ تُطْعِمَ سِتِّينَ مِسْكِينًا قَالَ لَا قَالَ فَجَاءَ رَجُلٌ مِنْ الْأَنْصَارِ بِعَرَقٍ وَالْعَرَقُ الْمِكْتَلُ فِيهِ تَمْرٌ فَقَالَ اذْهَبْ بِهَذَا فَتَصَدَّقْ بِهِ قَالَ عَلَى أَحْوَجَ مِنَّا يَا رَسُولَ اللَّهِ وَالَّذِي بَعَثَكَ بِالْحَقِّ مَا بَيْنَ لَابَتَيْهَا أَهْلُ بَيْتٍ أَحْوَجُ مِنَّا قَالَ اذْهَبْ فَأَطْعِمْهُ أَهْلَكَ. رواه البخاري و مسلم

Artinya : Dari Abu Hurairah ra , Seorang laki-laki telah datang kepada Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam seraya berkata : Saya celaka! , lalu Rasulullah bertanya : Apa itu ( Apa yang telah membuatmu celaka)? Ia menjawab : Saya telah melakukan hubungan sebadan dengan isteriku di bulan Ramadhan . Lalu Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bertanya : Apakah kamu mampu memerdekakan seorang budak belian ( sebagai kafaratnya)? Ia menjawab : Tidak . Lalu Rasulullah bertanya lagi : Apakah kamu mampu berpuasa selama dua bulan berturut-turut? Ia menjawab : Tidak . Lalu Rasululllah saw bertanya lagi : Apakah kamu mampu memberikan makan untuk 60 orang miskin? Ia menjawab : Tidak .Lalu seorang sahabat dari kalangan Anshor datang dengan membawa sekeranjang kurma , Lalu Rasulullah saw bersabda : Pergilah lalu sedehkahkan ini ( kepada orang –orang miskin) ! Ia berkata : Saya sedekahkan kepada orang miskin? Demi Allah yang telah mengutusmu sebagai rasul, tidak ada orang yang lebih miskin di Madinah dari saya . Lalu Rasulullah bersabda : Pergilah dan sedekahkanlah kepada keluargamu!. (HR Al-Bukhari dan Muslim)

Adapun makan dan minum bila di kerjakan tidak dengan sengaja tidak membatalkan puasa. Hal di tegaskan oleh Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam dalam sebuah hadith yang di riwayatkan oleh Al-Bukhari dan Muslim dari Abu Hurairah ra:

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ إِذَا نَسِيَ فَأَكَلَ وَشَرِبَ فَلْيُتِمَّ صَوْمَهُ فَإِنَّمَا أَطْعَمَهُ اللَّهُ وَسَقَاهُ . رواه البخاري و مسلم

Yang artinya : Apabila (seorang diantaramu ) lupa lalu ia makan dan minum (padahal ia sedang berpuasa ), maka hendaklah ia teruskan puasanya karena Allahlah yang telah memberinya makan dan minum . (HR Al-Bukhari dan Muslim dari Abu Hurairah ra.)
- Reviewer: Unknown - ItemReviewed: Rukun Puasa

Syarat Wajib Puasa

Jumat, 29 Juli 2011

Berbagi-Kreativitas.blogspot.com - Orang-orang Islam yang memenuhi syarat-syarat di bawah ini diwajibkan berpuasa pada bulan Ramadhan yaitu tentang Syarat Wajib Puasa:
  1. Islam; tidak sah puasa orang kafir atau orang yang murtad dari agama.
  2. Berakal; tidak sah puasa orang gila dan juga kanak-kanak yang belum mumayyiz kerana puasa memerlukan niat dan niat ini hanya boleh dilakukan oleh orang-orang yang berakal saja.
  3. Bebas dari haid dan nifas; tidak sah puasa orang yang kedatangan haid dan nifas, malah diharamkan bagi mereka berdua berpuasa.
  4. Puasa dilakukan pada hari-hari yang diharuskan berpuasa; hari-hari sepanjang tahun merupakan waktu yang harus berpuasa kecuali dua hari raya, hari-hari tasyrik dan hari syak atau dapat dilihat tentang hari-hari yang dilarang untuk berpuasa. Orang-orang yang tidak memiliki syarat-syarat di atas atau salah satu darinya, tidak sah puasanya.
Apa hukum puasa bagi kanak-kanak?

Kanak-kanak apabila telah mumayyiz, sah untuk puasanya tetapi belum wajib. Apabila sampai umurnya tujuh tahun, ibu-bapa atau penjaganya hendaklah melatihnya berpuasa –jika tiada halangan baginya sebagaimana yang disarankan oleh Rasulullah s.a.w. dalam hadis baginda mengenai sholat. Apabila ia mencecah usia baligh, wajib atasnya berpuasa.

Sabda Nabi s.a.w. (bermaksud); “Suruhlah anak-anak kamu menunaikan solat tatkala mereka berumur tujuh tahun dan pukullah mereka (jika enggan menunaikannya) tatkala mereka berumur 10 tahun. Pisahkanlah antara mereka (yakni antara anak-anak lelaki dan anak-anak perempuan) pada tempat-tempat tidur mereka (ketika berumur 10 tahun itu)”. (Riwayat Imam Ahmad, Abu Daud dan al-Hakim dari Abdullah Ibn ‘Amru r.a.)
- Reviewer: Unknown - ItemReviewed: Syarat Wajib Puasa

Puasa

Berbagi-Kreativitas.blogspot.com - Puasa (bahasa Arab: صوم) secara bahasa Indonesia bisa di artikan sebagai menahan diri. Dari pada segi istilahnya adalah syara' bermaksud menahan diri dari pada makan atau minum untuk suatu jangka waktu tertentu.

Puasa artinya menahan diri dari pada makan dan minum serta segala perbuatan yang dapat membatalkan puasa, mulai dari terbit fajar hingga terbenam matahari. Umat Islam juga di kehendaki menahan diri dari pada menipu, mengeluarkan kata-kata buruk atau sia-sia, serta bertengkar atau bergaduh, suatu perkara yang di larang oleh ajaran Allah Subhanahu wa Ta’ala. Ini karana puasa merupakan tempat latihan memupuk kesabaran, kejujuran serta sebagai tempat atau waktu yang baik untuk instrokspeksi diri. Secara tidak langsung amalan puasa akan menyuburkan sikap murni di dalam diri yang melakukannya. Adalah menjadi harapan kita agar kesemua nilai yang baik ini akan terus di praktekkan ke bulan-bulan berikutnya.

Firman Allah S.W.T:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُواْ كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِينَ مِن قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ

“ Wahai orang-orang yang beriman, telah diwajibkan ke atas kamu berpuasa sebagaimana telah diwajibkan ke atas umat-umat yang sebelum kamu, semoga kamu menjadi orang-orang yang bertaqwa. “ - (Surah Al-Baqarah: 183)}}
Hadis Rasulullah s.a.w: Ditegaskan oleh Rasulullah s.a.w melalui sabdanya yang diriwayatkan oleh Ahmad, An- Nasa'i dan Al Baihaqi dari Abu Hurairah, yang bermaksud:

"Sesungguhnya telah datang kepada kamu bulan Ramadhan bulan yang penuh berkat. Allah telah fardhukan ke atas kamu berpuasa padanya. Sepanjang bulan Ramadhan itu dibuka segala pintu Syurga dan ditutup segala pintu neraka serta dibelenggu segala syaitan......."

Niat puasa Ramadhan
Tidak wajib dan tidak juga sunat berniat dalam bahasa Arab, dapat di lakukan dengan berniat dalam bahasa Indonesia atau apa-apa bahasa yang kita fahami. Tetapi baik dan berpahala jika diamalkan dalam bahasa Arab dengan niat kita cinta kepada bahasa Arab sebagai bahasa Nabi Muhammad s.a.w. dan bahasa Al-Quran.


Lafaz lengkap niat puasa Ramadhan:

"Sengaja aku berpuasa esok hari pada bulan Ramadhan tahun ini kerana Allah Taala".
  • Sebenarnya bangun untuk bersahur itu sudah dikira berniat untuk berpuasa.
Lafaz niat puasa Ramadhan sepenuhnya untuk satu bulan sekaligus:
Lafaznya:

نَوَيْتُ صَوْمَ شَهْرِ رَمَضَانَ كِلِّهِ لِلَّهِ تَعَالَى

"Sengaja aku berpuasa sebulan Ramadhan tahun ini kerana Allah Taala".
  • Diperbolehkan berniat puasa untuk sebulan dengan sekali niat pada malam pertama Ramadhan untuk mencegah dari pada tidak sah puasa kerana terlupa berniat pada malamnya, kita mengikut Imam Malik yang membolehkan berniat untuk sebulan sekali gus.
  • Namun begitu, jika puasa Ramadhan kita terputus oleh sesuatu sebab, seperti haidh, sakit atau lain-lain, maka niat puasa sebulan itu tidak lagi memadai untuk hari-hari puasa yang seterusnya, tetapi, hendaklah di perbaharui niat apabila tidak ada lagi perkara yang menghalang dari pada puasa berturut-turut tersebut. Maksudnya, dengan memperbaharui niat seperti hari-hari biasa puasa Ramadhan, yaitu niatnya: “Sengaja aku berpuasa esok hari pada bulan Ramadhan tahun ini kerana Allah Ta’ala”.
Waktu berniat
Waktu berniat bermula dari terbenamnya matahari, yakni masuk waktu Sholat fardhu Maghrib hingga sebelum terbit fajar shadiq (waktu Subuh). Oleh itu, bolehlah dilakukan niat puasa pada bahagian dari waktu tersebut, walaupun semasa berbuka.
- Reviewer: Unknown - ItemReviewed: Puasa

Free Blogger Templates

 
Chenkgelate - All right reserved
Chenkgelate dot com | Personal Blogging Free Sharing Inform
© Blogmaker | Chenkgelate 2011 - 2012
Copyright © 2011 - 2012 BlogCoddy - All rights reserved