News Update :
Blog ini doFollow Loh !
Growth and Education Blogs - BlogCatalog Blog Directory

Rukun Puasa

Sabtu, 30 Juli 2011

Rukun Puasa adalah Suatu perkara wajib dalam berpuasa, yang harus di pahami dan di terapkan untuk menjalankan puasa. Melengkapi Artikel tentang Rukun Puasa, di jelaskan juga tentang Puasa pada postingan sebelumnya, yang menjelaskan Apa itu Puasa? dan perkara-perkara lainnya terkait salah satu Rukun Islam yaitu Puasa.

Rukun Puasa ada dua:

Niat mengerjakan puasa pada tiap-tiap malam di bulan Ramadhan(puasa wajib) atau hari yang hendak berpuasa (puasa sunat). Waktu berniat adalah mulai dari terbenamnya matahari sehingga terbit fajar. Niat itu sendiri adalah Suatu perkara yang di lakukan sebagai Rukun atau suatu perkara yang wajib, salah satunya adalah untuk berpuasa sebagaimana pada seluruh ibadah-ibadah lainnya yang di awali dengan niat. Untuk Niat Puasa dapat di lihat pada artikel sebelumnya terkait tentang Puasa. Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman dalam Alqur'an surat Al-Baiyyinah (98) No. Ayat : : 5

...وَمَا أُمِرُوا إِلَّا لِيَعْبُدُوا اللَّهَ مُخْلِصِينَ لَهُ الدِّينَ

Yang artinya : "Padahal mereka tidak di suruh kecuali supaya menyembah Allah dengan memurnikan keta'atan kepada-Nya..."

Selain itu Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda

إنما الاعمال بالنيات، وإنما لكل امرئ ما نوى

Yang artinya : “Sesungguhnya setiap amalan itu (sah atau tidaknya) tergantung dengan niatnya dan setiap orang akan mendapatkan apa yang dia niatkan.” (HR.Al-Bukhari dan Muslim dari Umar bin Al-Khaththab ra )

Meninggalkan sesuatu yang membatalkan puasa mulai terbit fajar sampai terbenamnya matahari.

Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman dalam Alqur'an surat Al-Baqarah (2) No. Ayat : : 187

...

فَالآنَ بَاشِرُوهُنَّ وَابْتَغُواْ مَا كَتَبَ اللّهُ لَكُمْ وَكُلُواْ وَاشْرَبُواْ حَتَّى يَتَبَيَّنَ لَكُمُ الْخَيْطُ الأَبْيَضُ مِنَ الْخَيْطِ الأَسْوَدِ مِنَ الْفَجْرِ ثُمَّ أَتِمُّواْ الصِّيَامَ إِلَى الَّليْلِ
...

Artinya : "Maka sekarang pergaulilah mereka ( isteri –isterimu) dan carilah apa yang telah tetapkan untukmu( anak-anak) dan makan dan minumlah kalian sampai jelas bagi kalian benang putih dari benang hitam ( fajar shadiq) lalu sempurnakan oleh kalian puasa sampai dengan malam (matahari terbenam"


Yang di maksud benang putih adalah terangnya siang, dan benang hitam adalah gelapnya malam. Hal ini di jelaskan dalam hadith riwayat Al-Bukhari dan Muslim dari ‘Adi bin Hatim ra .

أن عدي بن حاتم قال: لما نزلت (حتى يتبين لكم الخيط الابيض من الخيط الاسود) عمدت إلى عقال أسود، وإلى عقال أبيض، فجعلتهما تحت وسادتي، فجعلت أنظر في الليل، فلا يستبين لي، فغدوت على رسول الله صلى الله عليه وسلم فذكرت له ذلك فقال: " إنما ذلك سواد الليل، وبياض النهار

Artinya : Sesungguhnya ‘Adi bin Hatim ra berkata : "Tatkala turun ayat ini :“Sampai jelas bagimu benang putih dari benang hitam”,aku mengambil tali yang berwarna hitam dan tali yang berwarna putih, lalu aku letakkan dibawah bantal , lalu aku mulai melihatnya diwaktu malam, maka tidak nampak jelas antara keduany. Pada pagi harinya, aku pergi menemui Rasulullah SAW, dan aku ceritakan kepadanya apa yang terjadi, maka beliau bersabda : "Sesungguhnya yang dimaksud dalam ayat tersebut adalah gelapnya malam dan terangnya siang. (HR Al-Bukhari dan Muslim)

Firman Allah Subhanahu Wa Ta'ala di dalam surat Al-Baqarah :187 diatas tegas menyatakan tentang batalnya puasa karena makan dan minum dengan sengaja. Adapun dalil batalnya puasa karena hubungan sebadan (hubungan suami isteri) adalah hadits yang di riwayatkan oleh Al-Bukhari dan Muslim dari Abu Hurairah ra :

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ جَاءَ رَجُلٌ إِلَى رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَ هَلَكْتُ فَقَالَ وَمَا ذَاكَ قَالَ وَقَعْتُ بِأَهْلِي فِي رَمَضَانَ قَالَ تَجِدُ رَقَبَةً قَالَ لَا قَالَ فَهَلْ تَسْتَطِيعُ أَنْ تَصُومَ شَهْرَيْنِ مُتَتَابِعَيْنِ قَالَ لَا قَالَ فَتَسْتَطِيعُ أَنْ تُطْعِمَ سِتِّينَ مِسْكِينًا قَالَ لَا قَالَ فَجَاءَ رَجُلٌ مِنْ الْأَنْصَارِ بِعَرَقٍ وَالْعَرَقُ الْمِكْتَلُ فِيهِ تَمْرٌ فَقَالَ اذْهَبْ بِهَذَا فَتَصَدَّقْ بِهِ قَالَ عَلَى أَحْوَجَ مِنَّا يَا رَسُولَ اللَّهِ وَالَّذِي بَعَثَكَ بِالْحَقِّ مَا بَيْنَ لَابَتَيْهَا أَهْلُ بَيْتٍ أَحْوَجُ مِنَّا قَالَ اذْهَبْ فَأَطْعِمْهُ أَهْلَكَ. رواه البخاري و مسلم

Artinya : Dari Abu Hurairah ra , Seorang laki-laki telah datang kepada Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam seraya berkata : Saya celaka! , lalu Rasulullah bertanya : Apa itu ( Apa yang telah membuatmu celaka)? Ia menjawab : Saya telah melakukan hubungan sebadan dengan isteriku di bulan Ramadhan . Lalu Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bertanya : Apakah kamu mampu memerdekakan seorang budak belian ( sebagai kafaratnya)? Ia menjawab : Tidak . Lalu Rasulullah bertanya lagi : Apakah kamu mampu berpuasa selama dua bulan berturut-turut? Ia menjawab : Tidak . Lalu Rasululllah saw bertanya lagi : Apakah kamu mampu memberikan makan untuk 60 orang miskin? Ia menjawab : Tidak .Lalu seorang sahabat dari kalangan Anshor datang dengan membawa sekeranjang kurma , Lalu Rasulullah saw bersabda : Pergilah lalu sedehkahkan ini ( kepada orang –orang miskin) ! Ia berkata : Saya sedekahkan kepada orang miskin? Demi Allah yang telah mengutusmu sebagai rasul, tidak ada orang yang lebih miskin di Madinah dari saya . Lalu Rasulullah bersabda : Pergilah dan sedekahkanlah kepada keluargamu!. (HR Al-Bukhari dan Muslim)

Adapun makan dan minum bila di kerjakan tidak dengan sengaja tidak membatalkan puasa. Hal di tegaskan oleh Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam dalam sebuah hadith yang di riwayatkan oleh Al-Bukhari dan Muslim dari Abu Hurairah ra:

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ إِذَا نَسِيَ فَأَكَلَ وَشَرِبَ فَلْيُتِمَّ صَوْمَهُ فَإِنَّمَا أَطْعَمَهُ اللَّهُ وَسَقَاهُ . رواه البخاري و مسلم

Yang artinya : Apabila (seorang diantaramu ) lupa lalu ia makan dan minum (padahal ia sedang berpuasa ), maka hendaklah ia teruskan puasanya karena Allahlah yang telah memberinya makan dan minum . (HR Al-Bukhari dan Muslim dari Abu Hurairah ra.)
- Reviewer: Unknown - ItemReviewed: Rukun Puasa

Syarat Wajib Puasa

Jumat, 29 Juli 2011

Berbagi-Kreativitas.blogspot.com - Orang-orang Islam yang memenuhi syarat-syarat di bawah ini diwajibkan berpuasa pada bulan Ramadhan yaitu tentang Syarat Wajib Puasa:
  1. Islam; tidak sah puasa orang kafir atau orang yang murtad dari agama.
  2. Berakal; tidak sah puasa orang gila dan juga kanak-kanak yang belum mumayyiz kerana puasa memerlukan niat dan niat ini hanya boleh dilakukan oleh orang-orang yang berakal saja.
  3. Bebas dari haid dan nifas; tidak sah puasa orang yang kedatangan haid dan nifas, malah diharamkan bagi mereka berdua berpuasa.
  4. Puasa dilakukan pada hari-hari yang diharuskan berpuasa; hari-hari sepanjang tahun merupakan waktu yang harus berpuasa kecuali dua hari raya, hari-hari tasyrik dan hari syak atau dapat dilihat tentang hari-hari yang dilarang untuk berpuasa. Orang-orang yang tidak memiliki syarat-syarat di atas atau salah satu darinya, tidak sah puasanya.
Apa hukum puasa bagi kanak-kanak?

Kanak-kanak apabila telah mumayyiz, sah untuk puasanya tetapi belum wajib. Apabila sampai umurnya tujuh tahun, ibu-bapa atau penjaganya hendaklah melatihnya berpuasa –jika tiada halangan baginya sebagaimana yang disarankan oleh Rasulullah s.a.w. dalam hadis baginda mengenai sholat. Apabila ia mencecah usia baligh, wajib atasnya berpuasa.

Sabda Nabi s.a.w. (bermaksud); “Suruhlah anak-anak kamu menunaikan solat tatkala mereka berumur tujuh tahun dan pukullah mereka (jika enggan menunaikannya) tatkala mereka berumur 10 tahun. Pisahkanlah antara mereka (yakni antara anak-anak lelaki dan anak-anak perempuan) pada tempat-tempat tidur mereka (ketika berumur 10 tahun itu)”. (Riwayat Imam Ahmad, Abu Daud dan al-Hakim dari Abdullah Ibn ‘Amru r.a.)
- Reviewer: Unknown - ItemReviewed: Syarat Wajib Puasa

Puasa

Berbagi-Kreativitas.blogspot.com - Puasa (bahasa Arab: صوم) secara bahasa Indonesia bisa di artikan sebagai menahan diri. Dari pada segi istilahnya adalah syara' bermaksud menahan diri dari pada makan atau minum untuk suatu jangka waktu tertentu.

Puasa artinya menahan diri dari pada makan dan minum serta segala perbuatan yang dapat membatalkan puasa, mulai dari terbit fajar hingga terbenam matahari. Umat Islam juga di kehendaki menahan diri dari pada menipu, mengeluarkan kata-kata buruk atau sia-sia, serta bertengkar atau bergaduh, suatu perkara yang di larang oleh ajaran Allah Subhanahu wa Ta’ala. Ini karana puasa merupakan tempat latihan memupuk kesabaran, kejujuran serta sebagai tempat atau waktu yang baik untuk instrokspeksi diri. Secara tidak langsung amalan puasa akan menyuburkan sikap murni di dalam diri yang melakukannya. Adalah menjadi harapan kita agar kesemua nilai yang baik ini akan terus di praktekkan ke bulan-bulan berikutnya.

Firman Allah S.W.T:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُواْ كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِينَ مِن قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ

“ Wahai orang-orang yang beriman, telah diwajibkan ke atas kamu berpuasa sebagaimana telah diwajibkan ke atas umat-umat yang sebelum kamu, semoga kamu menjadi orang-orang yang bertaqwa. “ - (Surah Al-Baqarah: 183)}}
Hadis Rasulullah s.a.w: Ditegaskan oleh Rasulullah s.a.w melalui sabdanya yang diriwayatkan oleh Ahmad, An- Nasa'i dan Al Baihaqi dari Abu Hurairah, yang bermaksud:

"Sesungguhnya telah datang kepada kamu bulan Ramadhan bulan yang penuh berkat. Allah telah fardhukan ke atas kamu berpuasa padanya. Sepanjang bulan Ramadhan itu dibuka segala pintu Syurga dan ditutup segala pintu neraka serta dibelenggu segala syaitan......."

Niat puasa Ramadhan
Tidak wajib dan tidak juga sunat berniat dalam bahasa Arab, dapat di lakukan dengan berniat dalam bahasa Indonesia atau apa-apa bahasa yang kita fahami. Tetapi baik dan berpahala jika diamalkan dalam bahasa Arab dengan niat kita cinta kepada bahasa Arab sebagai bahasa Nabi Muhammad s.a.w. dan bahasa Al-Quran.


Lafaz lengkap niat puasa Ramadhan:

"Sengaja aku berpuasa esok hari pada bulan Ramadhan tahun ini kerana Allah Taala".
  • Sebenarnya bangun untuk bersahur itu sudah dikira berniat untuk berpuasa.
Lafaz niat puasa Ramadhan sepenuhnya untuk satu bulan sekaligus:
Lafaznya:

نَوَيْتُ صَوْمَ شَهْرِ رَمَضَانَ كِلِّهِ لِلَّهِ تَعَالَى

"Sengaja aku berpuasa sebulan Ramadhan tahun ini kerana Allah Taala".
  • Diperbolehkan berniat puasa untuk sebulan dengan sekali niat pada malam pertama Ramadhan untuk mencegah dari pada tidak sah puasa kerana terlupa berniat pada malamnya, kita mengikut Imam Malik yang membolehkan berniat untuk sebulan sekali gus.
  • Namun begitu, jika puasa Ramadhan kita terputus oleh sesuatu sebab, seperti haidh, sakit atau lain-lain, maka niat puasa sebulan itu tidak lagi memadai untuk hari-hari puasa yang seterusnya, tetapi, hendaklah di perbaharui niat apabila tidak ada lagi perkara yang menghalang dari pada puasa berturut-turut tersebut. Maksudnya, dengan memperbaharui niat seperti hari-hari biasa puasa Ramadhan, yaitu niatnya: “Sengaja aku berpuasa esok hari pada bulan Ramadhan tahun ini kerana Allah Ta’ala”.
Waktu berniat
Waktu berniat bermula dari terbenamnya matahari, yakni masuk waktu Sholat fardhu Maghrib hingga sebelum terbit fajar shadiq (waktu Subuh). Oleh itu, bolehlah dilakukan niat puasa pada bahagian dari waktu tersebut, walaupun semasa berbuka.
- Reviewer: Unknown - ItemReviewed: Puasa

Free Blogger Templates

 
Chenkgelate - All right reserved
Chenkgelate dot com | Personal Blogging Free Sharing Inform
© Blogmaker | Chenkgelate 2011 - 2012
Copyright © 2011 - 2012 BlogCoddy - All rights reserved