News Update :
Blog ini doFollow Loh !
Growth and Education Blogs - BlogCatalog Blog Directory

Memahami 3 Sifat Fitrah Manusia Part II

Senin, 13 Agustus 2012

Berbagi-Kreativitas.blogspot.com - بِسْــــــــــــــــــمِ اﷲِالرَّحْمَنِ اارَّحِيم Salam..!! Kesempatan yang terakhir dan Insya Allah terakhir kalinya untuk melengkapi pembahasan tentang Memahami 3 Sifat Fitrah Manusia Part II ini merupakan postingan penutup untuk postingan pertama Memahami 3 Sifat Manusia Fitrah yang masih pending. Saya katakan kesempatan terakhir karena Saya ingin melanjutkan postingan berkala dengan full topik tidak setengah-setengah seperti sebelumnya dari 3-5 Daftar PR Berbagi Kreativitas yang tertunda. Takut waktu tidak mengijinkan Saya untuk melengkapinya selain itu Saya juga ingin meminta maaf apabila ada dalam penyampainnya kurang tepat ataupun tidak berkenan dihati para pembaca sekaian mohon untuk dikoreksi dan dimaklumi, karena Saya juga masih dalam tahap belajar Niat Saya tidak lain hanya ingin mengajak dalam kebaikan dan berharap Ridho Allah semata. Terima kasih juga Saya ucapkan kepada para Sahabat yang masih berkanan mengkoreksi dan memberikan sarannya kepada Saya. Next ya...!?

3 Sifat Manusia Fitrah Yang Terakhir Adalah Kikir

Agar full pemahaman para pembaca sekalian tentang pembahasan ini dan bila disini adalah kunjungan perdana Anda Saya sangat menganjurkan agar Anda dapat review kembali postingan sebelumnya pertama Sifat Manusia Adalah Sibuk Fitrah kedua Sifat Manusia Dalam Al Qur'an Adalah Berkeluh Kesah dan yang terakhir akan coba Saya bahas adalah Kikir. Kikir merupakan Sifat Fitrah Manusia yang terbentuk atau sudah ada dari lahir. Kikir memiliki nilai negatif dan bisa masuk dalam kategori Penyakit Hati apabila tidak dikondisikan pada tempat yang benar. Seperti yang sudah pernah Saya katakan bahwasannya sifat manusia itu cenderung lebih ke sisi negatif dari pada baiknya inilah yang dikatakan umat Manusia itu adalah umat yang amat zdolim, hina dan bodoh karena banyak sekali terdapat sifat tidak baik pada manusia sehingga timbul kekhawairan ketika amat yang telah kita Umat Manusia telah sepakati dapatkah terealisasikan dalam kehidupan didunia yang pana ini "Sesungguhnya Kami telah mengemukakan amanat kepada langit, bumi dan gunung-gunung, maka semuanya enggan untuk memikul amanat itu dan mereka khawatir akan mengkhianatinya, dan dipikullah amanat itu oleh manusia. Sesungguhnya manusia itu amat zdolim dan amat bodoh" (SQ:Al-Ahzab:72) akan tetapi kembali bagaimana kita dapat memenejnya agar dapat berbuah dan mengarah kearah yang baik dihadapan Tuhan Allah Subhanahu WaTa'ala salah satunya bisa dengan cara Mengenal Dan Memahami Potensi Internal Eksternal Umat Islam yang Allah telah karuniai kepada kita. 

Sebenarnya Apa Itu Kikir? Kikir adalah sifat pelit sifat manusia yang amat tercela dalam bahasa arabnya adalah bakhil orang seperti ini adalah orang yang enggan dalam berbuat baik untuk menyisihkan sebagian hartanya kepada orang-orang yang membutuhkan, bersodakoh, mempergunakan hartanya di Jalan Allah. Dalam Al Qur'an digambar "Sekali-kali janganlah orang-orang yang bakhil dengan harta yang Allah berikan kepada mereka dari karunia-Nya menyangka, bahwa kebakhilan itu baik bagi mereka. Sebenarnya kebakhilan itu adalah buruk bagi mereka. Harta yang mereka bakhilkan itu akan dikalungkan kelak di lehernya di hari kiamat. Dan kepunyaan Allah-lah segala warisan (yang ada) di langit dan di bumi. Dan Allah mengetahui apa yang kamu kerjakan." (QS. 3:180). Pada hari ini juga umat seluruh dunia yang Islam sudah mulai menuaikan perkara yang wajib yakni Menunaikan Zakat Rukun Islam ke 4 agar bersih harta kita umat Islam yuk mari... yang belum ataupun yang lupa bisa kembali diingat sudahkah membayar Zakat? Semoga rahmat dan berkah senantiasa dicurahkan kepada kita Umat Islam agar kembali ke Fitrah, karena tidak lama lagi kita akan menuju hari kemenangan.

Kondisi adalah situasi yang sangat amat penting Saya pikir untuk benar-benar diperhatikan, "Barang siapa pandai mengkondisikan segala persoalan apapun bentuknya pada tempatnya yang benar, yang Allah Ridho'i Insya Allah sekalipun sifat kikir bisa menjadi baik dihadapan-Nya". (Suhendri Mr). Saya ingin memberikan contoh. Ketika Anda  tahu ada teman ataupun tetangga yang hendak melakukan maksiat dan ketika itu Anda menolak untuk membantunya saat orang tersebut meminta pertolongan kepada Anda bisa dengan meminjamkan uang, kendaraan, tempat dll karena ada sifat Kikir Anda bisa menolaknya. Subhanallah Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana, Insya Allah pahala akan Anda raih. Semoga postingan ini bisa memotivasi dan memberikan pencerahan bagi kita semua yang beriman, akhirnya sampai disini dulu Saya cukupkan sekian dan terima kasih Salam.
- Reviewer: Unknown - ItemReviewed: Memahami 3 Sifat Fitrah Manusia Part II

Mengenal Dan Memahami Potensi Eksternal Umat Islam

Kamis, 09 Agustus 2012

Berbagi-Kreativitas.blogspot.com - بِسْــــــــــــــــــمِ اﷲِالرَّحْمَنِ اارَّحِيم Salam...!! Alhamdulillah senang rasanya bisa kembali berbagi disini sebagai Media Belajar untuk kita semua, Mengenal Dan Memahami Potensi Eksternal Umat Islam adalah topik pembelajaran kita kali ini, postingan yang masih terkait dengan Mengenal Potensi Internal Manusia Yang Fitrah untuk postingan sebelumnya di dalamnya telah Saya bahas ada 3 Potensi Internal Manusia yang penting untuk diketahui. Fungsi dari pembelajaran topik tersebut jelas agar kita sebagai Umat Manusia kenal dan juga paham akan potensi dalam diri dan sekarang kembali bagaimana kita dapat gali Ilmu Islam terkait topik tentang Potensi Manusia lebih jauh lagi untuk Anda ketahui para Sahabat pembaca sekalian.

Ruang Lingkup Potensi Eksternal Umat Islam

Mengingat dijaman sekarang ini banyak sekali bermunculan organisasi, tokoh, artikel, buku dll yang keberadaannya tidak selalu berlandaskan Ilmu dari segala sumber yakni Al Qur'an karena biasanya hanya berdasarkan pemahaman yang dipicu dari salah satu potensi manusia yakni akal pikiran mereka saja, sehingga tidak sedikit menimbulkan kontra yang menghasilkan berbagai macam konflik. Oleh karena untuk menghindari problema yang pasti akan terjadi dan sekarang memang sudah dirasakan Saya, kita sebagai masyarakat biasa yang awam jangan mau dibodohi sehingga dengan mudah terjerumus karena kurangnya pemahaman. Bagaimana cara kita agar tidak mudah dibodohi orang? Jawabnya tentu adalah dengan Belajar. Adapun Potensi Eksternal Umat Islam yang ingin Saya prioritaskan adalah sebagai berikut.

1 Al Qur'an
Al Qur'an adalah Potensi Eksternal Umat Islam poin pertama yang ingin Saya bahas. Al Qur'an adalah panduan suci bagi Umat Islam Sedunia tepat diturunkannya Al Qur'an ketika itu adalah Malam Lailatul Qadar atau Malam Kemuliaan pada bulan suci Ramadhan, Ayat Pertama yang Allah Subhanahu WaTa'ala serukan atau turunkan kebumi melalui perantara Malaikat Jibril kepada Rasul kita, Nabi Muhammad Shalallahu 'alaihi wassalam dengan berbagai cara sesuai kehendak yang maha Mengkehendaki adalah Iqra' (Bacalah) terdapat pada SQ: Al 'alaq "Bacalah dengan (menyebut) nama Tuhanmu yang menciptakan...," Dengan begitu jelas bahwasannya perintah Allah kepada Umat Islam yang pertama kali adalah kita disuruh-Nya membaca, selain itu salah satu perintah Allah yang lain telah dibahas juga pada postingan sebelumnya adalah Untuk Berfikir, yang merupakan Potensi Internal dalam diri kita yakni Akal. Potensi yang berada diluar dalam diri umat islam yang utama itu harus berlandaskan Al Qur'an sebagai petunjuk, nur atau cahaya kehidupan bagi umat islam seluruh alam.

2 Rasul/ Hadist Rasul/ Hadist Shohih
Selain Al Qur'an kita umat islam harus mengenal dan paham akan Hadist Rasul, bagaimana caranya? tentu dengan mengenal dan memahami Hadist Rasul ataupun Hadist Shohih (Hadist yang benar) hadist shohih ini merupakan turunan dari Hadist Rasulullah yang benar isinya. Bahasa Al Qur'an itukan bahasa Tuhan dan tidak banyak orang dengan sangat mudah mentafsirkan Ayat-ayat Al Qur'an semudah seperti membalikkan telapak tangan. Perlu Saya sampaikan banyak sekali macam atau jensi-jenis hadist, namun tidak semua isi dari hadist-hadist yang ada adalah benar waspadalah-waspadalah! kecuali yang telah Saya sebutkan diatas sebagai tambahan Hadist yang benar perawinya selama yang Saya tahu adalah Al Bukhari dan Muslim. Bisa dicari dan dipelajari untuk Hadist tersebut agar lebih paham, jangan sampai salah memilih hadist yang perawinya adalah cacat atau fasiq. Seperti halnya Saya disini juga masih dalam tahap belajar untuk memahami Al Qur'an beserta Hadist Rasul/ Hadist Shohih itu, so.. mari sama-sama kita introkspeksi diri, saling mengingatkan, berbuat mengajak dalam kebaikan, belajar, agar Islam kita tidak hidup dalam kegelapan atau kebodohan. Sekian Saya cukupkan sampai disini dulu terima kasih dan Salam.
- Reviewer: Unknown - ItemReviewed: Mengenal Dan Memahami Potensi Eksternal Umat Islam

Mengenal Potensi Internal Manusia Yang Fitrah

Selasa, 07 Agustus 2012

Berbagi-Kreativitas.blogspot.com - بِسْــــــــــــــــــمِ اﷲِالرَّحْمَنِ اارَّحِيم Salam...!! Umat manusia itu hidup harus berlandaskan pemahaman makannya ada SD sampai perguruan tinggi tidak lain ya untuk itu tujuannya, seperti halnya Mengenal Potensi Internal Manusia Yang Fitrah adalah pembelajaran yang ingin Saya bagikan sebagai Media Pembelajaran untuk kita semua. Saya yakin tidak sedikit orang tahu dan paham betul akan potensi yang ada dalam dirinya karena ilmu pengetahuan seperti ini sifatnya itu khusus ya khusus disini adanya hehe, yaitu potensi yang fitrah yang akan Saya coba ulas hanya untuk Anda para pembaca dengan kategori artikel Ilmu Islam. Seringnya sih Saya mendengar dan melihat orang bicara berdasarkan pemahaman dari lingkungan semata yang kemudian digali dijadikan pemicu untuk dirinya agar tercipta potensi diri didapat karena faktor eksternal secara umum dengan tujuan duniawi saja tanpa melihat faktor internal dan ekstenal yang tujuannya adalah akhirat, biasanya orang seperti itu hanya menggunakan sebagian potensi fitrahnya karena belum paham. Oleh karenya sangat penting ini Saya pikir untuk dipahami bersama agar balance hidup kita baik hubungan kita kepada Allah dan juga kepada manusia (Habluminallah dan Habluminannas).

Penting Untuk Mengenal Dan Memahami Potensi Yang Fitrah

Momen penting dimana Umat Islam Sedunia menjadikan Bulan Suci Ramadhan adalah sebagai Bulan perbaikan, belajar, introkspeksi diri serta bulan yang biak Saya pikir untuk Tanamkan Komitmen Dalam Diri Yang Menjadi Prioritas yaitu kepada Allah Subhanahu WaTa'ala. Agar proses berjalan dengan baik sudah pasti penting disini kita paham terlebih dahulu salah satunya akan potensi diri yang ada Potensi Internal, sangat dirasakan ketika nanti dalam berproses menjumpai berbagai bentuk rintangan, godaan yang takan pernah hentinya umat manusia rasakan karena dimana ada manusia disitu pula tempatnya iblis menggoda, syaitan sebagai perantara disini adalah nafsu bisa baik bisa juga jelek hasil sebagai penggerak mau dibawa kemana proses dari komiten yang telah disepakati hijrah ketempat yang lebih baikkah? atau malah berpaling menuju tempat yang sesat.

Salah kaprah ketika seseorang mengatakan tentang dirinya parah lagi bicara tentang orang lain mengkambing hitamkan untuk menutupi kekurangan dalam dirinya berkata "Guwa tidak memiliki potensi apa-apa" atau "Loe punya apa? potensi pun nihil" Saya bisa katakan itu orang hobi banget mendzolimi dirinya sendiri ataupun orang lain kerjaannya hanya berkeluh kesah dan mencari-cari kesalahan orang lain, tipekal orang seperti ini yang harus banyak belajar salah satunya dengan memahami potensi yang sebenarnya sudah ada dibawa sejak lahir. Adapun Potensi Internal Manusia Yang Fitrah adalah sebagai berikut.

1. Akal
Akal adalah potensi internal manusia dimiliki sejak lahir, tidak ada akal orang tidak bisa berfikir seperti halnya orang struk ataupun orang yang sudah mati. Mungkin diantara kita banyak yang tidak sadar, sebenarnya hidup kita itu dalam keadaan apapun selalu berfikir hingga tertidurpun kita masih bisa berfikir tandanya orang yang bermimpi dalam tidurnya hanya saja sedikit lebih slow dibanding dalam keadaan terjaga. Kita juga harus paham bahwasannya kita itu tericipta diciptakan oleh siapa? Allah berseru untuk hal itu memerintahkan umat manusia untuk berfikir dalam proses terciptanya umat. Allah menciptakan serta memberikan potensi kepada umat manusia tidak lain untuk berfikir agar dapat bertaqwa keduanya merupakan perintah Allah seperti yang terkandung melalui SQ: Maryam:67-72

أَوَلَا يَذْكُرُ الْإِنسٰنُ أَنَّا خَلَقْنٰهُ مِن قَبْلُ وَلَمْ يَكُ شَيْـًٔا

Artinya:
Dan tidakkah manusia itu memikirkan bahwa sesungguhnya Kami telah menciptakannya dahulu, padahal (sebelumnya) dia belum berwujud sama sekali? Maryam:67

ثُمَّ نُنَجِّى الَّذِينَ اتَّقَوا۟ وَّنَذَرُ الظّٰلِمِينَ فِيهَا جِثِيًّا

Artinya:
Kemudian kami akan menyelamatkan orang-orang yang bertaqwa dan memberiakan orang-orang yang zdolim didalam (neraka) dalam keadaan berlutut. Maryam:72

Dapat disimpulkan bawha ketika umat manusia mau menjalankan perintah Allah yakni untuk berfikir, maka merekalah golongan orang-orang yang bertaqwa, orang bertaqwa akan Allah selamatkan. Dan barang siapa tidak mau berfikir sama halnya mereka menzdolimi dirinya sendiri, dan orang yang zdolim neraka adalah tempat mereka.

2. Qalbu/ Hati
Qalbu/ Hati adalah potensi internal selanjutnya, hati masuk dalam kategori potensi dalam diri manusia yang sangat penting karena memiliki fungsi. Fungsi hati adalah sebagai filter, penyaring atau saringan dari informasi yang telah didapat dalam proses berfikir manusia sebelum dikembalikan ke otak seharusnya disaring terlebih dahulu agar sesuatu yang kotor tidak ikut serta masuk, sesuatu yang kotor disini maksudnya adalah perkara jelek yang tidak sedikit manusia justru telan mentah-mentah alhasil sering mungkin dengar "Loe orang ngak punya hati ya!", mengabaikan fungsi hati manusia seperti halnya adalah hewan ternak, manusia menjadi lebih hina derajatnya dibandingkan dengan hewan, lost control biasa orang bilang atau khilaf, masih beruntung jika ada rasa penyesalan setelahnya dan kemudian bertobat hehe tapi nyatanya tidak sedikit orang buat salah gak ada nyeselnya sama sekali justru bangga miris bukan!? Inipun sudah terkandung sangat jelas melalui QS: Al A'raf:179

وَلَقَدْ ذَرَأْنَا لِجَهَنَّمَ كَثِيرًا مِّنَ الْجِنِّ وَالْإِنسِ ۖ لَهُمْ قُلُوبٌ لَّا يَفْقَهُونَ بِهَا وَلَهُمْ أَعْيُنٌ لَّا يُبْصِرُونَ بِهَا وَلَهُمْ ءَاذَانٌ لَّا يَسْمَعُونَ بِهَآ ۚ أُو۟لٰٓئِكَ كَالْأَنْعٰمِ بَلْ هُمْ أَضَلُّ ۚ أُو۟لٰٓئِكَ هُمُ الْغٰفِلُونَ

Artinya:
Dan sungguh, akan Kami isi neraka Jahanam banyak dar kalangan jin dan manusia. Mereka memiliki hati, tetapi tidak dipergunakannya untuk memahami (Ayat-ayat Allah) dan mereka punya mata (tetapi) tidak dipergunakannya untuk melihat (tanda-tanda kekuasaan Allah), dan mereka mempunyai telinga (tetapi) tidak dipergunakannya untuk mendengar (Ayat-ayat Allah). Mereka seperti hewan ternak, bahkan lebih sesat lagi. Mereka itulah orang-orang yang lengah.

3. Nafsu
Nafsu adalah potensi internal terakhir dalam pembahasan kali ini, dilihat dari definisinya nafsu masih terbilang umum jadi jangan hanya ambil salah satu persepsi saja, nafsu tidak hanya sebatas syahwat, keinginan terhadap lawan jenis, tidak hanya itu bisa dilihat bayipun punya nafsu, nafsu ingin bicara dan melihat makannya bayi bisanya cuman nangis dan nangis karena nafsunya belum bisa menggerakkan keinginannya ketika itu. Dalam poin terakhir ini kaitannya sangat erat sekali dengan hati, mengapa orang bisa sangat tega menzdolimi darah dagingnya sendiri? jawabnya ya karena nafsu sudah memperdayakan mereka, mereka itu adalah orang yang tidak lebih binal kelakuannya dari pada hewan, pasalnya harimau saja hewan yang paling buas masih bisa memberikan kasih sayangnya kok terhadap darah dagingnya so ada apa sebenarnya dengan manusia-manusia diluar sana? Tidak sedikitkan berita menayangkan anak bunuh bapak, bapak bunuh anak, ibu bunuh anak (menggugurkan janin dalam kandungan), bapak perkosa anak dll sangat miris sekali kehidupan dijaman modern (akhir zaman) saat ini, kurangnya pemahaman dalam menjalani kehidupan Saya pikir sehingga menghasilkan orang-orang tak bermoral dan tak bermartabat seperti itu dan tidak adanya upaya mereka untuk memahami Ayat-ayat Allah sebagaimana yang Allah telah perintahkan kepada jin dan manusia.

Beruntunglah kita yang masih merasakan nikmatnya ketentraman dalam diri ataupun lingkungan tidak lepas karena rahmat dan berkah yang Allah berikan, setiap orang pasti memiliki masalahnya masing-masing tapi kembali bagaimana kita bisa kontrol, bagaimana kita dapat memahami faktor internal dan eksternal karena keberadaannya adalah sebagai pemicu kita orang bisa jadi baik atau buruk. Kondisi disinikan bisa diubah sebenarnya hanya saja orang lebih cenderung mengikuti Potensi dan Sifat Yang Fitrah itu tanpa disaring terlebih dahulu seperti potensi nafsu dan sifat berkeluh kesah, tanpa mau mencari tahu dan memahami apa-apa saja sih yang menjadi prioritas dalam hidup ini, berkeluh kesahnya kita umat manusia harus dicurahkan kepada siapa?, nafsu sebagai penggerak nafsu seperti apa yang baik untuk diprioritaskan?, semua itu toh seharusnya hanya untuk Allah Subhanahu WaTa'ala semata (Ibadah). Ketika kita Umat Islam mau menggunakan seluruh potensi akal, hati, dan nafsu secara spontan biasanya kita akan bilang "Allah Ridho Ngak" Allah setuju atau suka tidak dengan apa yang kita perbuat selama hidup didunia.

Kehidupan dunia adalah tempat untuk nabung, nabung untuk bekal kita dikehidupan berikutnya yakni Akhirat kehidupan yang kekal. Bekalnya apa yang bisa dibawa di akhirat kelak? Bekal Akhirat Adalah Amal, baik itu amal baik ataupun amal buruk. Celaka ketika amal buruk kita lebih banyak dari pada amal baik kita "Sesungguhnya siksaan Allah itu sangatlah pedih" dan janji Allah untuk orang-orang yang beramal shaleh adalah Surga, "Sesungguhnya janji Allah adalah janji yang sebenar-benarnya". Mumpung lagi di Bulan Ramadhan nih.. bulan penuh berkah yuk sama-sama kita nabung perbanyak amal baik dengan Niat Ibadah, sekian dan terima kasih Salam.
- Reviewer: Unknown - ItemReviewed: Mengenal Potensi Internal Manusia Yang Fitrah

Tingkatan Manusia Dalam Islam Part II

Rabu, 01 Agustus 2012

Berbagi-Kreativitas.blogspot.com - بِسْــــــــــــــــــمِ اﷲِالرَّحْمَنِ اارَّحِيم Salam Ikhwanul Muslimin wal Muslimat...!! semoga selalu mendapat perlindungan dari yang Maha Memberi Perlindungan serta Sahabat, Sodara/i ku Umat Islam yang Saya banggakan. Tingkatan Manusia Dalam Islam Part II adalah topik lanjutan kali ini dari Memahami 5 Tingkatan Manusia Dalam Islam, Muslim Adalah Tingkatan Umat Islam Ke2 Yang Utama yang membahas untuk dapat memahami serta menelaah dari apa apa saja yang sudah dilakukan guna tidak lain ingin mendapat ridho, berharap ridho dan semoga ridho selalu sertai untuk kita Umat Islam dengan Tanamkan Komitmen Dalam Diri Yang Menjadi Prioritas yakni kepada Allah Subhanahu WaTa'ala sehingga teraplikasikan dalam kehidupan.

Lanjutan Tingkatan Manusia Dalam Islam

Pertama yang telah Saya bahas pada postingan sebelumnya tingkatan yang paling utama disini adalah Mujahid, Kedua adalah Muslim dan seterusnya. Berikut adalah tingkatan lain yang akan melengkapi artikel terkait tentang Tingkatan Manusia Dalam Islam

3. Mukmin
Apa Itu Mukmin? Mukmin adalah tingkatan manusia yang Islam ke3 yang memiliki derajat masih dibawah Muslim, mukmin sama dengan "kami dengar kami taat", bisa dilihat melalui SQ : Al Baqarah : 285







[2:285] Rasul telah beriman kepada Al Qur'an yang diturunkan kepadanya dari Tuhannya, demikian pula orang-orang yang beriman. Semuanya beriman kepada Allah, malaikat-malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya dan rasul-rasul-Nya. (Mereka mengatakan): "Kami tidak membeda-bedakan antara seseorangpun (dengan yang lain) dari rasul-rasul-Nya", dan mereka mengatakan: "Kami dengar dan kami ta'at." (Mereka berdo'a): "Ampunilah kami ya Tuhan kami dan kepada Engkaulah tempat kembali."

4. Abid
Apa Itu Abid? Abid adalah tingkatan umat manusia yang Islam ke4 memiliki derajad terburuk dihadapan Allah Subhanahu WaTa'ala karena abid tidaklah lebih baik dari pada orang-orang kafir. Abid tingkatan umat yang setengah-setengah, bisa dikatakan taat tetapi juga ingkar yakni menjalankan yang hak begitu juga yang batil antara Iman atau kafir umat seperti ini lebih hina dibadingkan orang yang sudah jelas kekafirannya. Kita lihat Allah telah menegaskan melalui SQ An Nissa':150-151







[4:150] Sesungguhnya orang-orang yang kafir kepada Allah dan rasul-rasul-Nya, dan bermaksud memperbedakan373 antara (keimanan kepada) Allah dan rasul-rasul-Nya, dengan mengatakan : "Kami beriman kepada yang sebahagian dan kami kafir terhadap sebahagian (yang lain)", serta bermaksud (dengan perkataan itu) mengambil jalan (tengah) di antara yang demikian (iman atau kafir),




[4:151] merekalah orang-orang yang kafir sebenar-benarnya. Kami telah menyediakan untuk orang-orang yang kafir itu siksaan yang menghinakan.


5. An'am
Apa Itu An'am? An'am adalah tingkatan umat yang memiliki derajat paling rendah, mereka itu adalah dari golongan jin dan manusia memiki mata tapi tidak dipergunakan untuk melihat, memiliki potensi qalbu atau hati tetapi enggan dipergunakan untuk memahami ayat-ayat Allah bagi mereka adalah yang paling dasar pula tempat tinggalNya yakni Neraka Jahanam. SQ AL A'RAAF:179







[7:179] Dan sesungguhnya Kami jadikan untuk (isi neraka Jahannam) kebanyakan dari jin dan manusia, mereka mempunyai hati, tetapi tidak dipergunakannya untuk memahami (ayat-ayat Allah) dan mereka mempunyai mata (tetapi) tidak dipergunakannya untuk melihat (tanda-tanda kekuasaan Allah), dan mereka mempunyai telinga (tetapi) tidak dipergunakannya untuk mendengar (ayat-ayat Allah). Mereka itu sebagai binatang ternak, bahkan mereka lebih sesat lagi. Mereka itulah orang-orang yang lalai.

Kadang kita umat yang Islam dengan sangat mudah mengatakan Saya adalah seorang yang Muslim, Mukmin, tanpa rasa malu mengatakan demikian, pasalnya belum tahu apa maksud dari perkataan tersebut, pantaskan? Allahu 'alam hanya Allah yang maha mengetahui, yang perlu dilakukan sebagai Umat Islam adalah berusaha tanpa itu apa yang di katakan tadi tidak lain hanya sebatas pengakuan semata, pengakuan itu murah karena siapapun dapat mengaku-ngaku. 

Tugas kita sekarang tinggal lihat dan pilih, diantara tinggakatan tersebut berada pada posisi mana dan bagaimana agar kita umat islam memperoleh tingkatan paling mulia disisi Allah tentu tidak lepas sejauh mana kita mau belajar memahami Islam itu sendiri. Tidak hanya itu Saya pikir, seperti apa yang pernah terjadi sebelum roh dihembuskan masuk kedalam segumpal darah, tulang dan daging ketika berada dalam kandungan kita umat manusia di cap umat paling bodoh, hina ketika itu karena sepakat, mau berjanji kepada Allah untuk benar-benar mengabdi kepada-Nya melihat godaan dunia yang serba gemerlap dengan keindahan isinya kadang menjadikan kita lupa. Namun umat manusia juga dikatakan Makhluk yang paling sempurna dibanding makhluk lain karena di anugerahi potensi dalam diri dibawa sejak lahir, tinggal bagaimana kita dapat menggunakan potensi yang ada tidak hanya salah satunya saja, tetapi secara keseluruhan Insya Allah dengan Potensi Yang Fitrah Pada Umat Manusia dan dapat dipegang teguh, lalu dapat teraplikasikan dengan baik umat islam bisa menempati janji atau kesepakatan yang telah Allah berikan serta saksikan, maka dari itu perlunya Tanamkan Komitmen Dalam Diri Yang Menjadi Prioritas. Sekian dan terima kasih Salam.
- Reviewer: Unknown - ItemReviewed: Tingkatan Manusia Dalam Islam Part II

Muslim adalah Tingkatan Umat Islam Ke2 Yang Utama

Jumat, 27 Juli 2012

Berbagi-Kreativitas.blogspot.com - بِسْــــــــــــــــــمِ اﷲِالرَّحْمَنِ اارَّحِيم Salam..!! Postingan terkait ini akan kembali Saya bahas Muslim adalah Tingkatan Umat Islam Ke2 Yang Utama yang merupakan lanjutan dari postingan sebelumnya yakni Memahami 5 Tingkatan Manusia Dalam Islam adalah urutan ke2 secara garis besar. Dalam pembelajaran untuk topik ini merupakan tahapan ke2 dari topik utama kita mengenai Tanamkan Komitmen Dalam Diri Yang Menjadi Prioritas yang mana tahap yang sangat dianjurkan ketika kita hendak memahami Islam yang sebenarnya jadi harus benar-benar tertanan terlebih dadulu dalam diri kita agar konsisten pembelajaran untuk dapat melewati tahapan lebih jauh lagi guna Islam kita kaffah (menyeluruh/ sebenarnya). Jadi besar harapan Saya tidak hanya Saya tetapi Anda para pembaca dapat mengikutinya secara cermat dan bertahap karena semua butuh proses dan tahapan. Oleh karenaya agar tidak tertinggal alangkah baiknya jika Sahabat baru membaca postingan ini Sahabat review terlebih dahulu dari pembahasan Saya yang paling utama sebelum mengikuti ketahap beriktunya yakni Muslim Tingkatan Umat Islam Ke2 Yang Utama.

Tingkatan Manusia Umat Islam

2. Muslim
Apa Itu Muslim? Muslim adalah sebutan untuk orang, umat manusia yang Islam dan tingkatan ini merupakan tingkatan ke2 yang utama adalah orang-orang yang senantiasa taat kepada Allah karena sholat, ibadah, hidup dan mati-Nya semata-mata Lillahita 'ala untuk Allah Subhanahu WaTa'ala. Terkandung juga melalui Al Qur'an Surat Al an'am 162-163 yang berbunyi

Katakanlah (Muhammad), "Sesungguhnya Sholatku, ibadahku, hidupku dan matiku hanya untuk Allah, Tuhan seluruh alam, tidak ada sekutu bagi-Nya; dan demikianlah yang diperintahkan kepadaku dan aku adalah orang pertama-tama berserah diri (muslim)."
[...]
- Reviewer: Unknown - ItemReviewed: Muslim adalah Tingkatan Umat Islam Ke2 Yang Utama

Tanamkan Komitmen Dalam Diri Yang Menjadi Prioritas

Senin, 23 Juli 2012

Berbagi-Kreativitas.blogspot.com - بِسْــــــــــــــــــمِ اﷲِالرَّحْمَنِ اارَّحِيم Salam..!! Menyambung postingan yang tertunda Tanamkan Komitmen Dalam Diri Yang Menjadi Prioritas tahap utama menurut Saya, bisa Saya katakan begitu karena topik disini adalah berdasarkan hasil dari upaya Saya pribadi yang saat ini sedang menjalankan proses belajar, dibarengi dengan aksi Saya yakni berkumpul ataupun silaturahmi, serta berdiskusi dengan topik adalah Hijrah Dari Yang Jelek Menjadi Baik. Sekali lagi ini merupakan pembelajaran diri Saya pribadi, dan ingin turut serta merangkul, berbagi dari apa yang Saya dapatkan untuk Anda para Sahabat Blogger khususnya dan Para Pengunjung pada umumnya Seiman dan Seagama. Alhamdulillah 4 hari sudah berpuasa di Bulan Ramadhan telah kita Umat Islam yang beriman lalui atau jalani, tentu dengan ini juga adalah proses bagi Saya yang telah berkomitmen dengan berhijrah dari bulan atau tahun lalu yang dirasa belum baik atau maksimal dalam mengamalkan perkara yang Allah serukan pada bulan penuh rahmat ini, saat ini di bulan suci tepatnya Bulan Ramadhan 1344 H 2012 menjadikan Saya ingin lebih baik dalam melakukan ibadah, yang mana Ibadah disini merupakan konsekuensi dari komitmen yang telah dijalankan atau diterapkan dalam diri yang dipandang secara global atau umum.

Komitmen Diri Yang Menjadi Prioritas

Menyambung dari alinea pertama sebenarnya komitmen diri yang menjadi prioritas itu diberikan kepada siapa seharunya? Nah ini menarik, pasalnya umat manusia hidup didunia ini tentu banyak menemukan problema hidup dikala ingin berpindah dari sesuatu yang dirasa tidak baik ke tempat yang lebih baik tentu komitmen adalah faktor penting menurut Saya sebagai pemicu. Pertanyaannya komitmen kebanyakan umat diberikan kepada siapa sih? Contoh, sebagai anak kuliah nih, kalo kita ingin kuliah berawal dari proses mencari universitas sampai tahap pendaftaran dan lain sebagainya tentu kita dipertemukan oleh yang namanya peraturan kampus bukan begitu? Komitmen disini sama halnya janji, kita dituntut harus menempati janji yang pihak kampus berikan kepada kita, mengikuti peraturan atau cara main kampus agar proses perkuliahan dapat berjalan sesuai ketentuan. Kesimpulannya dimanapun kita berada didunia ini bagi orang yang hidup pasti menemukan perkara tesebut, baik di sekolah, tempat kerja bahkan lingkungan yah sebagai makhluk sosial itu pasti. Yang menjadi pertanyaan, apa ditempat-tempat tersebut komitmen yang kita tanam dalam diri apakah itu yang utama?

Pada postingan kali ini Saya juga ingin sampaikan, bahwasannya ini merupakan tahap awal dari pembelajaran Saya pribadi yang tengah berlangsung guna komitmen yang sudah Saya tanamkan dalam diri memiliki kesaksian. perlu digaris bawahi Kesaksian Komitmen Suhendri Kepada Allah Subhanahu WaTa'ala melalui perantara seorang guru, pembimbing dan Sohabat. Dan disini adalah media tempat Saya berbagi dari apa yang Saya dapat serta pahami, so.. karena Saya disini juga masih dalam tahap proses jadi apabila terdapat kesalahan dalam penyampaian inilah Saya manusia yang tidak pernah luput akan Salah, dan apabila manfaat dirasa Sohabat pembaca inilah Ilmu yang datangnya bukan dari Saya tapi dari Allah Subhanahu WaTa'ala.

Sebenarnya apa yang ingin  Saya sampaikan dalam pembahasan ini atau inti sarinya? Tentu pertanyaan semakin bananyak tersimpan mungkin dibenak Sahabat pembaca. Ok dari judulnya Saya yakin Sohabat sedikit banyaknya sudah memiliki gambaran, serta dari deretan cuap-cuap Saya diatas. Saya ingin tekankan menghimbau, atau berbagi lah begitu agar tidak memiliki kesan sok iya. hehe karena disini Saya juga bukan yang paling benar dan masih dalam proses. Kita sebagai Umat Manusia tidak salah bila kehidupan kita didunia ingin memiliki kehidupan yang lebih baik tentu dan siapa yang tidak mau dengan menanamkan benih berupa komitmen dalam diri sesuai tempat atau kondisi yang sudah Saya katakan diatas, tapi janganlah kita lupa yang menjadi prioritas untuk siapa kita berkomitmen tentu, harus dan kudu ya kepada Allah Subhanahu WaTa'ala yang alhamdulillah Saya telah lakukan dan ingin benar-benar dapat teraplikasikan Insya Allah dan mudah-mudahan Allah melindungi komitmen hambanya yang ingin bersungguh-sungguh untuk menuju dan menjadikan Islam yang Kaffah. Amin...

Terakhir dari uraian di atas melalui pemahaman Saya berdasarkan referensi yang Saya dapatkan dari hasil silaturahim oleh para Sohabat sebelum itu Saya berfikir pula dan tertarik untuk berkomitmen lebih sungguh-sungguh kepada Allah karena Saya berfikir mengapa Saya bisa berkomitmen untuk hal-hal yang bukan prioritas karena komitmen yang Saya lakukan selama ini hanya sebatas duniawi yang sifatnya sementara, dan mengapa Saya tidak bisa mendahulukan atau memprioritaskan yang seharunya dijunjung tinggi serta dilakukan? Menarik disini menurut Saya sudah salah kaprah bagi Saya dan ingin Saya katakan juga tidak sedikit Umat Manusia sama seperti Saya yang justru utama di kesampingkan, malahan yang dunia didahulukan. Oleh karenanya postingan ini bisa Saya katakan adalah sebagai wujud respek baik Saya kepada Sohabat pengunjung pembaca sekalian, agar sekiranya dapat mari sama-sama kita introkspeksi diri apakah yang selama ini dilakukan Allah itu ridho atau tidak? Subhanallah dalam hal ini Saya juga tidak ingin muluk-muluk kembali karena Saya masih dalam proses, hanya saja sebagai Umat Islam yang masih memiliki tanda tanya besar ini adalah Saya Suhendri tergugah hatinya ingin mengajak kebaikan kepada para Sahabat pembaca seagama khususnya mari kita bertobat diawali dengan komitmen kepada Allah, dan bukan mengajak dalam berbuat keburukan seperti yang terkandung dalam Al Qur'an. Surat Al Ma'idah ayat 2

..."Dan tolong menolonglah kamu dalam (me-ngerjakan) kebajikan dan taqwa, dan jangan tolong menolong dalam berbuat dosa dan permusuhan. Bertaqwalah kepada Allah, sungguh, Allah sangat berat siksa-Nya".

Akan lebih updoll dan sangat dianjurkan apabila kita hendak mencari tahu lebih dalam akan hal tersebut kepada yang lebih paham, minta bimbingan-Nya seperti halnya Para Sohabat Rasul seperti Umar bin khattab dikatakan ahli surga butuh proses dan waktu tidak sebentar, di awali dari komitmen, hati yang sabar, ikhlas, serta sungguh-sungguh dibarengi bimbingan yang ketika itu Rasulullah adalah pembimbing-Nya. Jadi kesimpulannya kalo ingin benar Islam kita tidak cukup hanya sekedar membaca lalu dipahami berdasarkan pemahaman pribadi saja karena ini bukan pembelajaran biasa seperti halnya materi sekolah yang dapat dilakukan dengan belajar secara oktodidak, Belajar agar menjadi Islam Kaffah tidak cukup seperti itu perlu yang namanya pembimbing, untuk apa? ya agar titik cerah benar-benar kita dapatkan serta sebagai saksi kita untuk kemudian hari dapat dipertanggung jawabkan kepada Allah Subhanahu WaTa'ala.

Kembali ingin Saya menghimbau, semua itu butuh proses tidak ada yang instan Allah pun tahu akan hal itu dan lebih senang melihat ketika umat-Nya sedang berproses menuju Islam yang menyeluruh atau sebenarnya (kaffah), tapi proses disini ya sudah barang tentu sudah dilakukan tidak hanya diam yakni dengan berkomitmen sebagai langkah awal, akan tetapi setelah berkomitmen tidak lantas kita langsung dituntut kita untuk menjadi sepenuhnya benar atau baik, jadi jangan takut untuk berkomitmen kepada Allah, Allah itu Maha pengasih lagi Maha penyayang kok. Beda kalo jika didalam kampus, kita tidak bisa berkomitmen, mengikut aturan kampus salah-salah DO, kalo kepada Allah mana ada kata DO, kalo Umat Islam di DO lantas mau mengadu kepada siapa gitu.hehe walau begitu kita tidak bisa seenaknya juga tahu sifat Allah seperti itu lantas kita dengan mudah tetap mengikuti hawa nafsu kita tanpa ada rasa menyesal dan bertobat, adanya upaya untuk kontrol itu sudah beda cerita, sama halnya kita mengejek Allah jika seperti itu terjadi, akan dihabas lagi lah di topik menarik selanjutnya. Insya Allah setiap Ilmu yang Saya dapatkan akan Saya bagi sebagai bahan referensi Saya pribadi juga disini dan mungkin Anda para pembaca sebagai pengetahuan umum yang ingin mengikuti perkembangan Ilmu Islam yang mudah-mudahan bertahap topik terkait seperti Memahami 5 Tingkatan Manusia Dalam Islam yang masih pending dapat Saya publik dan terselesaikan, harapannya semoga dapat membantu dan Insya Allah manfaat, sekian dulu terima kasih Salam.
- Reviewer: Unknown - ItemReviewed: Tanamkan Komitmen Dalam Diri Yang Menjadi Prioritas

Memahami 5 Tingkatan Manusia Dalam Islam

Minggu, 22 Juli 2012

Berbagi-Kreativitas.blogspot.com - بِسْــــــــــــــــــمِ اﷲِالرَّحْمَنِ اارَّحِيم Salam..!! Syukur alhamdulillah tepat hari ketiga berpuasa ingin Saya berbagi untuk Memahami 5 Tingkatan Manusia Dalam Islam Insya Allah dengan paham akan tingkatan manusia yang ada adalah topik yang ingin Saya angkat dari diskusi ketika silaturahmi dengan para Sohabat di UBER Bandung jum'at lalu tentu dengan tema serupa dengan yang ingin Saya posting kali ini.

5 Tingkatan Manusia Dalam Al Quran

Bersama dengan ini mari kita sama-sama bedo'a semoga apa yang menjadi pembelajaran kita kali ini bisa menjadikan kita Umat Islam masuk dalam tingkatan yang lebih baik di hadapan Tuhan kita Allah Subhanahu WaTa'ala dengan Tanamkan Komitmen Dalam Diri Yang Menjadi Prioritas sebagai awalan agar proses dapat berjalan dengan baik. Disini Saya akan ambil secara garis besarnya saja, pasalnya tidak sedikit jika dibahas secara detail atau menyeluruh, adapun 5 Tingkatan Manusia Dalam Al Qur'an yang akan dibahas dari yang paling utama adalah sebagai berikut.

1. Mujahid
Apa Itu Mujahid? Mujahid adalah tingkatan manusia yang berjuang untuk agamanya, disini adalah jalan Allah atau berjuang di jalan Allah Subhanahu WaTa'ala. Menurut Saya Umat Islam dikatakan mujahid adalah bagi mereka yang sudah mampu melewati tahapan atau proses dari tingkatan manusia yang paling dasar sampai pada akhirnya masuk ke tingkatan paling utama yakni Mujahid. Dan ini terkandung melalui Al Qur'an Surat Muhammad 47:4

muhammad_47_4







"Apabila kamu bertemu dengan orang-orang kafir (di medan perang) maka pancunglah batang leher mereka. Sehingga apabila kamu telah mengalahkan mereka maka tawanlah mereka dan sesudah itu kamu boleh membebaskan mereka atau menerima tebusan sampai perang berakhir. Demikianlah apabila Allah menghendaki niscaya Allah akan membinasakan mereka tetapi Allah hendak menguji sebahagian kamu dengan sebahagian yang lain. Dan orang-orang yang syahid pada jalan Allah, Allah tidak akan menyia-nyiakan amal mereka"

Akan menjadi benalu bagi mereka yang belum paham betul akan tingkatan manusia ketika memutuskan menjadi seorang mujahid tanpa landasan Ilmu yang cukup. Seperti halnya banyak kejadian yang mengatasnamakan Islam aksi yang dibilang adalah karena berdasarkan ajaran Islam sebagai Mujahid, dengan melakukan berbagai tindak anarkis bahkan sampai disebut teroris (Islam teroris) miris karena salah kaprah!!, justru tidak mencerminkan Umat Islam yang sebenarnya disitu, sampai-samapi Islam diera modern saat ini dipandang jelek akibat dari minimnya ilmu seseorang dalam menanggapi perkara satu ini serta campur tangan orang-orang kafir yang memang tujuannya adalah menghancurkan Islam. Masih banyak aksi yang dapat dilakukan dalam rangka berjuang di jalan Allah sebenarnya jika kita paham, seperti halnya Para Ulama yang mensyiarkan ajaran Allah dengan berceramah itu menurut Saya sudah bisa dikatakan Mujahid, dan lain sebagainya tanpa harus melakukan tindak kekerasan karena sedikitpun itu bukanlah Cermin Islam [...]
- Reviewer: Unknown - ItemReviewed: Memahami 5 Tingkatan Manusia Dalam Islam

Sifat Manusia Dalam Al Qur'an Adalah Berkeluh Kesah

Selasa, 10 Juli 2012

Berbagi-Kreativitas.blogspot.com - بِسْــــــــــــــــــمِ اﷲِالرَّحْمَنِ اارَّحِيم Salam..!! Melanjutkan artikel untuk menjawab PR Sifat Manusia Dalam Al Qur'an Adalah Berkeluh Kesah adalah poin kedua yang ingin Saya ungkap untuk di pahami bersama. Sebagaimana telah Saya bahas untuk poin pertama dalam pembelajaran postingan terkait sifat manusia yakni tentang Sifat Manusia Adalah Sibuk Fitrah semoga poin perpoin yang Saya bagikan sedikit banyaknya dapat memberikan pemahaman bagi Anda para pembaca. Alhamdulillah walau keadaan kesehatan Saya yang tidak begitu baik masih bisa nulis untuk menyelesaikan artikel seputar Ilmu Islam yang sudah Saya janjikan.

Memahami Sifat Manusia Yang Fitrah

Dikatakan umat manusia adalah sempurna karena sifatnya yang membedakan dengan makhluk lain dan berani, Saya katakan berani karena berani ketika berjuta-juta ciptaan Tuhan menolak amanah yang diberikan justru manusia menerimanya. Sifat yang diberikan Tuhan kepada umat bukan pemicu kita untuk dapat mengarungi jalan Surga nan abadi dengan sangat mudah, namun akan terasa teramat sulit ketika sifat sudah memperdayakan sisi lemah umat. Oleh karenanya Allah Subhanahu WaTa'ala memberikan nikmat Iman dan Islam untuk dapat merangkul sifat jelek manusia kejalan yang benar. Salah satu sifat yang ingin Saya bahas pada no urut kedua setelah Sifat Manusia Adalah Sibuk adalah sebagai berikut

Sifat Manusia Adalah Bekeluh Kesah
Seperti yang sudah Saya katakan sebelumnya, yakni Tuhan memberikan kita sifat bukan semata-mata untuk dipandang jelek atau hina, mengapa? karena ada tujuan disana, tujuan yang sebenar-benarnya tujuan, namun tidak sedikit umat paham akan tujuan yang sebenarnya itu. Apa itu tujuannya? Syafaat, mengharap syafaat karena ridho Allah yang akan di dapat ketika umat paham akan segala tindak aktifitas yang di lakukan di panggung sandiwara dunia nan kejam penuh dengan tipu muslihat, pengaruh sifat besar efeknya real karena sifat yang ada pada diri kita manusia selalu dipandang negatif tanpa memahami pentingnya sifat yang Tuhan berikan sebagai landasan mengapa umat manusia dikatakan sempurna, kapan serta bagaimana.

Pernyataan sempurna apabila dibandingkan dengan ciptaan tuhan yang lain, bukan berlandaskan di mata sesama karena ingin dilihat, ingin memperoleh penghargaan karena sesama, ingin di hargai oleh sesama, tapi lupa kepada siapa kita harus bersyukur. Ketika sedang dibumbung dengan suatu prestasi, jabatan, harkat dan martabat bangga tidak ketulungan, dan ketika sedang dilanda bencana, jatuh, sengsara sedih dan putus asa nyaris nekat bunuh diri, gila dan lain sebagainya itulah sifat manusia berkeluh kesah yang kadang tidak terkontrol.

Tidak sedikit umat diera saat ini, kadang Saya sendiri merasakan alias korban tipu muslihat syaiton ketika senang lupa kepada siapa kita harus bersyukur yang ada justru mendekati sifat yang di bilang buruk lainnya tapi tidak selamanya kembali tergantung kondisi...[], tatkala ketika susah biasanya barulah kita sangat dekat kepada Sang Pencipta, memohon untuk dikembalikan kebahagiaan dunianya (masih bersyukur dan lebih baik), namun ada juga yang salah ambil jalan alhasil nekat bunuh diri, gila, perkara yang bisa dilihat dan sering terjadi disaat ini, penyebabnya tidak lain karena minimnya nilai Iman seseorang. Tujuan Allah sendiri memberikan sifat keluh kesah tentu agar umat paham kepada siapa merka harus berkeluh kesah, mengadu, ketika merasa senang dan sedih Allah lah tempat kita bersimpuh berbagi kebahagiaan dengan bersyukur dan mengadu tempat kita untuk memohon pertolongan ketika bersedih, bukan kepada sesama ataupun jalan syaiton!. Bisa dilihat melalui Surat Al Ma'arij ayat: 20

(إِذَا مَسَّهُ الشَّرُّ جَزُوعًا ﴿المعارج:٢۰

"Apabila dia ditimpa kesusahan ia berkeluh kesah,"

Lalu seperti yang telah Saya katakan juga di atas bisa di lihat pada Surat Al Isra' ayat: 83

وَإِذَآ أَنْعَمْنَا عَلَى الْإِنسٰنِ أَعْرَضَ وَنَـَٔا بِجَانِبِهِۦ ۖ وَإِذَا مَسَّهُ الشَّرُّ كَانَ يَـُٔوسًا ﴿الإسراء:٨٣

"Dan apabila Kami berikan kesenangan kepada manusia niscaya berpalinglah dia; dan membelakang dengan sikap yang sombong; dan apabila dia ditimpa kesusahan niscaya dia berputus asa".

Melihat dari sejumlah kandungan yang tersimpan melalui Al Qur'an diatas manusia memang sudah kodratnya seperti itu, pertanyaannya apakah selamanya kita harus seperti itu? Cara yang lebih efektif menurut Saya adalah introkspeksi diri dan mau belajar memahami Ilmu Islam itu sendiri agar lebih mudah untuk menanggulanginya, tidak cukup sekedar tahu saja lantas terucapkan, dan paham lantas dibagikan tapi butuh implementasi dari diri pribadi dilakukan dalam kehidupan, salah satunya bisa dengan tanamkan Perkataan Menjadi PR Untuk Perbuatan dalam hati seperti yang Saya lakukan saat ini (masih harus belajar). Semua butuh proses tidak ada yang instan Tuhanpun pasti tahu akan hal itu, tapi sudah sampai batas mana kita mau berikhtiar (berusaha)? Sebenarnya kalo kita paham dari sifat kita manusia yang dibilang jelek itu hadir karena terpedaya oleh nafsu dan godaan syaiton sudah merasuk kealam bawah sadar sifat manusia itu sendiri, betapa mudahnya godaan itu mampu merayu kita masuk kejalan sesat! Faktor utama adalah karena lemahnya Iman Saya pikir, oleh karenanya mari sama-sama kita belajar untuk menjadi pribadi yang lebih baik, tidak semata-mata karena sesama namun karena Allah Subhanahu WaTa'ala yang menjadi utama. Semoga manfaat dan terima kasih Salam.
- Reviewer: Unknown - ItemReviewed: Sifat Manusia Dalam Al Qur'an Adalah Berkeluh Kesah

Sifat Manusia Adalah Sibuk Fitrah

Senin, 09 Juli 2012

Berbagi-Kreativitas.blogspot.com - بِسْــــــــــــــــــمِ اﷲِالرَّحْمَنِ اارَّحِيم Salam..!! Manusia tercipta dikatakan sempurna salah satunya karena memiliki sifat, Sifat Manusia Adalah Sibuk Fitrah merupakan topik yang ingin Saya jawab. Kehidupan umat harus berlandaskan sumber segala ilmu yaitu Al Qur'an yang mana Tuhan telah wahyukan kepada umat tujuan agar tidak lepas dari rel kehidupan, untuk menjadi pribadi yang baik di mata Tuhan sesuai syariat dan mengutamakan seorang publik figur yakni kekasih Allah Rasullullah Shalallahu 'alaihiwassalam sebagai panutan, ketika berbagai gemerlap keindahan dunia menggoda tiba saatnya kita harus instrokspeksi diri. Ketimbang harus membangga-banggakan yang dibilang "publik figur" katanya dengan sangat jelas mengatakan "Saya adalah seorang publik figur", tanpa menjaga yang menjadikan ucapan dan prilaku berdasarkan syariat.

Memahami Sifat Manusia Yang Fitrah

Postingan ini masih berelasi dengan postingan sebelumnya tentang Memahami 3 Sifat Manusia Fitrah dari Daftar PR Manfaat Berbagi Kreativitas perlu review agar paham. Banyak topik terkait mengatakan sifat manusia itu terdapat sangat banyak sekali, tapi Saya melihat itu merupakan pecahan atau sub-sub dari sifat yang utama/ umum berikut adalah salah satu Sifat Manusia Yang Fitrah di bawa sejak lahir yang ingin Saya bahas.

Sifat Manusia Adalah Sibuk
Manusia diberi nikmat kepada Allah seperti Sifat Sibuk yang mana memiliki tujuan, dan ketika seorang umat lupa akan tujuan yang menjadi prioritas Allah berikan maka celakalah ia. Oleh karena itu mengapa kita perlu memahami sifat-sifat yang ada pada diri kita baik dibawah kesadaran kita ataupun sudah jelas kita rasakan, banyak orang mengatakan ingin mengenal sifat orang lain, pacar mungkin, kekasih, dan lain-lain sebelum ingin mengenal sifat orang lain lebih utamanya kita harus kenali diri kita terlebih dahulu, karena pada dasarnya kita umat manusia memiliki sifat yang sama yang membedakan adalah karakter.

Sebelum di lanjutkan Apa Sibuk Itu? Sibuk adalah suatu aktifitas yang dilakukan manusia mulai dari kita terjaga hingga tertidur dan seterusnya itulah sibuk. Sekalipun kita sedang tertidur masih bisa dikatakan sibuk, mengapa? contoh, bermimpi, tidurpun kita bisa berkeringat, tidurpun kita bisa ngomong itulah Sifat Cermin Kehidupan.

Mengenal prioritas dari sifat sama dengan Mengenal Hakikat Diri, karena tidak sedikit manusia cenderung lebih suka memikirkan keuntungan dunia dari pada akhirat lupa ketika sibuk melakukan aktifitas duniawi baik sekolah, bekerja, berlibur dan lain sebagainya yang menjadi tujuan utama mereka adalah perpaling kepada dunia saja, materialistik! Parahnya ketika sudah tampak sifat lain menyelinap berbagai cara dilakukan agar target dapat terwujud, seperti sekolah bukan dilakukan untuk tujuan belajar malah cari pacar, bekerja karena ingin dapat uang demi kebutuhan hidup terpenuhi tidak puas dengan hasil yang pas-pasan akhirnya KORUPSI, berlibur tujuannya untuk senang-senang malah cari tempat maksiat atau maksiat! sifat sibuk menjadi negatif jadinya.

Lalu apa yang menjadikan sifat ini penting untuk di pahami? Hidup manusia di dunia ini sifatnya sementara, kehidupan dunia tidaklah kekal. Dunia ibarat tempat atau ladang amal bagi manusia, bagaimana cara agar ladang amalan di dunia dapat memberikan kita syafaat di akhirat kelak itu lah tujuan yang sebenarnya. Dengan memahami sifat tersebut adalah salah satu cara agar terhindar dari perkara yang batil, aktifitas yang dilakukan tidak lain semata-mata mengharap ridho Allah Subhanahu WaTa'ala, apapun aktifitasnya jangan berharap yang lain tapi Lillahi Ta'ala. Berkenaan dari perkara satu ini kita bisa ambil contoh, yang mana Allah memberikan contoh kisah tentang Nabi Sulaiman yang meminta kekayaan adalah demi tujuan mulia yakni digunakan pada jalan Allah, untuk mengajak umat manusia kepada agama Allah, dan agar disibukkan berdzikir kepada Allah. Sebagaimana telah di agungkan dalam Al Quran Surat Sad: 32 menunjukkan karena niat-Nya yang ikhlas

(فَقَالَ إِنِّىٓ أَحْبَبْتُ حُبَّ الْخَيْرِ عَن ذِكْرِ رَبِّى حَتَّىٰ تَوَارَتْ بِالْحِجَابِ ﴿ص:٣٢

maka ia berkata: "Sesungguhnya aku menyukai kesenangan terhadap barang yang baik (kuda) yang membuat aku ingat akan (kebesaran) Tuhanku, sampai mata hari terbenam. " (Q.s. SAD: 32)

Bisa dikatakan menyukai suatu hal kesenangan didunia itu syah-syah saja, namun semata-mata agar kita ingat akan kebesaran Allah Subhanahu WaTa'ala dan tidak ingkar.

مَن كَانَ يُرِيدُ حَرْثَ الْءَاخِرَةِ نَزِدْ لَهُۥ فِى حَرْثِهِۦ ۖ وَمَن كَانَ يُرِيدُ حَرْثَ الدُّنْيَا نُؤْتِهِۦ مِنْهَا

(وَمَا لَهُۥ فِى الْءَاخِرَةِ مِن نَّصِيبٍ ﴿الشورى:٢۰


"Barang siapa yang menghendaki keuntungan di akhirat akan Kami tambah keuntungan itu baginya dan barang siapa yang menghendaki keuntungan di dunia Kami berikan kepadanya sebagian dari keuntungan dunia dan tidak ada baginya suatu bahagianpun di akhirat." (Q.s. asy-Syura: 20)

Sebentar lagi Insya Allah kita akan menyambut bulan suci Ramadhan, dimana Allah bangga dengan umat-Nya yang beriman dan bertaqwa karena pada bulan itu kita Umat Islam di sibukkan untuk beribadah semata-mata karena Allah Subhanahu WaTa'ala, Nabi Muhammad-pun tersenyum ketika Umat-Nya menyambut Ramadhan, bulan yang Rasul sebut dengan "Sahru Ummati" bulan bagi pengikutku. Semoga manfaat terima kasih Salam.
- Reviewer: Unknown - ItemReviewed: Sifat Manusia Adalah Sibuk Fitrah

Hati-Hati Dengan Sifat Yang Fitrah

Jumat, 06 Juli 2012

Berbagi-Kreativitas.blogspot.com - بِسْــــــــــــــــــمِ اﷲِالرَّحْمَنِ اارَّحِيم Salam semua..!! Bahan introkspeksi diri sekaligus himbauan tertuju untuk para Sahabat sodara/i ku seagama. Hati-Hati Dengan Sifat Yang Fitrah postingan penutup sedikit disini Saya ingin sampaikan gambaran yang nanti merujuk pada postingan jawaban atas PR Berbagi Kreativitas terkait Perkara Sifat Manusia. Pada pembahasan postingan sebelum ini yakni Memahami 3 Sifat Manusia Fitrah dari sekian banyak sifat manusia yang fitrah atau dibawa sejak lahir mengapa Saya ambil 3 sifat ini saja? Perlu diketahui juga disini Saya masih belajar, diingat ya hehe berani ambil topik Islam bagi Saya adalah suatu amalan yang dapat terealisasikan dalam kehidupan bukan sebatas materi dalam bentuk tulisan tentu di awali dari diri Saya terlebih dahulu menulis sembari membaca.

Mengingat penting pemahaman itu apapun topiknya, disini Islam adalah yang menjadi prioritas bagi Saya dan Saya pikir begitupun dengan Anda, karena apabila sifat manusia bisa dikembali pada poros yang sebenarnya berdasarkan Syariah Islam dampaknya sangat luar biasa, tidak untuk orang lain tapi untuk diri kita masing-masing. Real pada jaman modernisasi saat ini sifat manusia sangat terlihat lebih di kendalikan oleh hawa nafsu syaiton! Kontrol sifatmu dengan pemahaman, yang dibilang sifat jelek itu dijamin hanya mitos belaka jika sudah paham, mengapa? pasalnya Allah memberikan sifat fitrah tidak lain tidak kurang memiliki tujuan dan penempatan yang tidak sedikit orang tahu. Makannya ada ungkapan "Sifat jelek kok dipiara" ya karena sudah dikendalikan oleh syiton tadi tahunya nilai negatifnya saja...

Seperti halnya Kikir, ada yang tahu kikir sifat atau karakter? hehe dijawab ya PR Saya sudah banyak soalnya. Jelas disini adalah sifat, sifat yang fitrah yang Allah berikan kepada umat-Nya. Mengapa Allah berikan sifat kikir kepada kita? jadi pertanyaan biasanya. Sifat kikir menurut Anda jelek atau baik? hayoo.. di jawab lagi ya.. Jawabnya bisa jelek bisa juga baik, seperti yang sudah Saya katakan jika paham, tau tujuan dan penempatannya sifat jelek itu akan musnah Sahabat..!! Singkat akan Saya paparkan pada alinea terakhir dibawah ini.

Secara gamblang dan lugas banyak terkandung melalui Al Quran dan Hadist terkait sifat kikir, benar jika kikir dikatakan sifat jelek dan dibenci oleh Allah, tapi tidak selamanya jika paham dan tahu kondisi, kikir untuk memerangi yang batil seperti halnya membunuh karena yang batil, membunuh adalah dosa besar banyak juga terkandung melalui Al Quran dan Hadist, namun ketika tahu kondisi dan Lillahi Ta'ala semata-mata karena Allah untuk memerangi yang batil maka pahala yang didapat, seperti pada jaman nabi dulu bagaimana mereka berperang melawan yang durhaka kepada Allah. Apa itu kikir? kikir adalah suatu sifat yang fitrah dimiliki manusia sejak lahir tersembunyi di bawah kesadaran manusia. Kikir meratakan bagi jalan fitrah manusia untuk menyingkirkan moral-moral baiknya. Kikir atau pelit banyak orang mengatakan demikian, lawan kata kikir yakni dermawan. Berdasarkan ilmu Psikologi kikir memiliki unsur bisa jadi negatif ataupun positif. Contoh: Ada teman Anda akan berbuat maksiat, dugem dan lain-lain butuh biaya didalamnya. Ketika teman Anda meminjam duit untuk hal yang maksiat tadi lalu Anda memberikan pinjaman (membantu) dan Anda tahu tujuannya sama halnya Anda juga sudah ikut maksiat dan berdosa, tapi karena sifat fitrah tadi kikir Adalah pelit, akhirnya Anda tidak memberikan pinjaman kepada orang tersebut nilai positif sudah Anda dapat dari perkara sifat yang dibilang jelek yakni kikir dengan tanpa sadar justru moral jelek dapat tersingkir oleh moral baiknya. Lihat surat Al Ma-idah ayat 2: Terkandung didalamnya Allah Berfirman "..,dan jangan tolong menolong dalam berbuat dosa dan permusuhan". (perkara yang dilarang)

Dari postingan singkat ini sekiranya sama-sama kita bisa ambil inti sarinya saja, bahwa sesuatu yang jelek bila itu datangnya dari Allah bukan semata-mata hasilnya harus selalu jelek tapi kondisikan agar menjadi baik. Semoga bermanfaat jika ada yang salah baik penulisan ataupun penyampaiannya semata-mata itu karena Saya adalah manusia yang tidak sempurna karena kesempurnaan adalah milik yang Maha Sempurna, sekian dan terima kasih Salam.
- Reviewer: Unknown - ItemReviewed: Hati-Hati Dengan Sifat Yang Fitrah

Free Blogger Templates

 
Chenkgelate - All right reserved
Chenkgelate dot com | Personal Blogging Free Sharing Inform
© Blogmaker | Chenkgelate 2011 - 2012
Copyright © 2011 - 2012 BlogCoddy - All rights reserved